BRI Dorong PMI di Taiwan Tak Sekadar Kirim Remitansi, tapi Bangun Modal Usaha

Achmad RW • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Pelatihan usaha yang diberikan BRI untuk PMI
Pelatihan usaha yang diberikan BRI untuk PMI

TAIWAN, RadarJombang.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat pemberdayaan diaspora Indonesia di Taiwan, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI), agar penghasilan selama bekerja di luar negeri tidak hanya digunakan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga menjadi modal membangun masa depan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan layanan keuangan, literasi finansial, hingga pengembangan keterampilan kewirausahaan.

Terbaru, BRI meluncurkan BRImo Taiwan di New Taipei City Hall, Minggu (23/8/2026), untuk memudahkan diaspora mengakses berbagai kebutuhan finansial sekaligus mengirimkan dana ke Indonesia.

Baca Juga: BRI Sabet 8 Penghargaan PRIMA Awards 2026, Layanan Pembayaran Digital Makin Kokoh

Kehadiran BRImo Taiwan melanjutkan penguatan ekosistem BRI di Taiwan setelah BRI Taipei Branch beroperasi.

Setahun setelah penguatan kehadiran tersebut, total aset BRI Taipei telah mencapai lebih dari US$408 juta.

Hingga akhir Juli 2026, transaksi remitansi Taiwan-Indonesia melalui BRI tercatat sekitar US$490 juta dengan lebih dari 3.400 rekening yang telah dilayani.

Baca Juga: BRI Peduli Berdayakan PMI di Taiwan, Bekali Keterampilan Wirausaha hingga Beautypreneur

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kehadiran BRI di Taiwan diarahkan untuk membangun konektivitas finansial antara diaspora Indonesia dengan keluarga dan berbagai kebutuhan di Tanah Air.

“Kehadiran BRI di Taiwan bukan semata tentang membuka kantor atau menghadirkan layanan digital. Ini adalah tentang hadir lebih dekat dengan masyarakat Indonesia yang bekerja, berkarya, dan membangun masa depan di Taiwan. Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial diaspora di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan finansial di Indonesia,” ungkap Dhanny.

Taiwan menjadi salah satu wilayah penting bagi diaspora Indonesia. Berdasarkan data KDEI yang digunakan BRI, terdapat sekitar 360 ribu PMI di Taiwan.

Sementara berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi PMI dari Taiwan mencapai sekitar US$2,97 miliar pada 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2021 yang berada di kisaran US$1,37 miliar.

Besarnya arus remitansi tersebut menunjukkan peran penting penghasilan PMI dalam menopang perekonomian keluarga di Indonesia.

BRI pun mendorong agar dana yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dikelola lebih produktif, mulai dari membangun tabungan, investasi, aset, hingga modal usaha.

Konektivitas tersebut diperkuat melalui berbagai layanan BRI seperti BRImo, BritAma, Simpedes, serta jaringan BRILink Agen. Layanan tersebut membantu PMI dan keluarganya mengelola kebutuhan keuangan, termasuk dana yang dikirimkan dari luar negeri.

Baca Juga: Beri Kejutan! BRI Pertemukan PMI Asal Indonesia dengan Sang Ibu di Taiwan, Begini Kisahnya

Dorongan untuk mengubah penghasilan menjadi modal masa depan tercermin dari perjalanan Sri Purwanti, PMI asal Cilacap, Jawa Tengah.

Setelah belasan tahun bekerja di Taiwan, ia disiplin menyisihkan penghasilan hingga berhasil mengumpulkan modal untuk merintis usaha kuliner halal.

“Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan halal itu luar biasa sulit. Dari situ saya berpikir, teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan yang sama. Saya bertekad menyisihkan sebagian penghasilan, menabung sedikit demi sedikit, dan belajar mengelola keuangan,” kenang Sri.

Baca Juga: Beri Kejutan! BRI Pertemukan PMI Asal Indonesia dengan Sang Ibu di Taiwan, Begini Kisahnya

Usahanya kemudian berkembang menjadi Kedai Sri Rahayu di Zhongzheng District, Taipei.

Kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana pengalaman bekerja di luar negeri dapat menjadi pijakan untuk membangun usaha ketika penghasilan dikelola secara produktif.

Selain layanan finansial, BRI melalui BRI Peduli juga memperkuat kapasitas PMI lewat program BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities. Program tersebut memberikan pelatihan keterampilan kepada 120 PMI di Taiwan.

Melalui PMI Entrepreneur Connect pada Sabtu (22/8/2026), peserta mendapatkan workshop dan praktik memasak masakan Taiwan.

Keterampilan tersebut diarahkan agar dapat dikembangkan menjadi peluang usaha selama berada di Taiwan maupun setelah kembali ke Indonesia.

Sehari berikutnya, Minggu (23/8/2026), peserta mengikuti Beautypreneur Empowerment Workshop dengan tema Beauty & Inclusivity.

Dalam kegiatan itu, PMI mendapatkan demonstrasi dan praktik tata rias bersama beauty trainer profesional sebagai bekal untuk mengembangkan peluang usaha di bidang kecantikan.

Baca Juga: BRImo Taiwan Diluncurkan, BRI Layani Ribuan Rekening PMI

Sifa, PMI asal Surabaya yang mengikuti kegiatan tersebut, menilai pelatihan memberikan perspektif baru mengenai peluang usaha setelah kembali ke Indonesia.

“Kegiatan ini mendorong kami sebagai PMI untuk menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia. Saya berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air,” ungkap Sifa.

Dhanny menegaskan, pemberdayaan tersebut diarahkan agar PMI memiliki bekal yang lebih kuat ketika kembali ke Indonesia.

“Pada akhirnya, BRI ingin memastikan bahwa ketika para PMI kembali pulang ke Indonesia, mereka pulang dengan kehidupan yang lebih sejahtera. PMI diharapkan kembali dengan keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang lebih kuat sehingga dapat memperkuat perekonomian dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Dhanny. (*/riz)

Editor : Achmad RW
pmi taiwan Pemberdayaan BRI