Sambal Sumut Pikat Buyer Singapura dan Belanda, Quinn Kitchen Naik Kelas Berkat Pemberdayaan BRI

Achmad RW • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:56 WIB
UMKM sambel Sumut yang kini moncer di Singapura
UMKM sambel Sumut yang kini moncer di Singapura

SINGAPURA, RadarJombang.id – Sambal khas Sumatera Utara racikan Quinn Kitchen mulai mencuri perhatian pasar internasional.

Berawal dari usaha rumahan di Medan, UMKM kuliner tersebut kini berhasil memperkenalkan cita rasa Nusantara dalam pameran di Singapura dan membuka peluang ekspor ke sejumlah negara.

Quinn Kitchen didirikan Rudy Yanto pada 2020. Usaha itu bermula dari kegemarannya meracik sambal menggunakan bahan lokal, seperti cabai gunung Berastagi, andaliman, kecombrang, hingga hasil laut.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Potensi Bank Emas, BRI Group Kelola 153 Ton Emas

Sambal yang awalnya hanya dibagikan kepada keluarga dan teman tersebut ternyata mendapat respons positif.

Rudy kemudian mengembangkannya melalui sistem pre-order hingga perlahan menjadi bisnis pangan kemasan yang mengusung cita rasa khas Sumatera Utara.

Dalam perjalanan usahanya, Rudy telah menjadi nasabah BRI sejak 2014 melalui BRI Unit Berastagi. Seiring perkembangan bisnis, hubungan tersebut berkembang menjadi kemitraan yang turut mendukung operasional Quinn Kitchen.

Baca Juga: BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia 2026, Makin Diakui di Level Global

Berbagai layanan BRI dimanfaatkan untuk menunjang usaha, mulai dari transaksi digital melalui BRImo, QRIS, mesin EDC, hingga fasilitas pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja dan operasional.

Namun, bagi Rudy, dukungan BRI tidak berhenti pada layanan perbankan.

“Saya merasakan bagaimana petugas BRI selalu responsif ketika dibutuhkan, memberikan solusi terhadap kebutuhan usaha, serta aktif menawarkan berbagai program yang dapat membantu pelaku UMKM berkembang,” ujarnya.

Pendampingan semakin intensif ketika Quinn Kitchen bergabung dengan Rumah BUMN BRI Medan.

Melalui berbagai program pembinaan, usaha tersebut mendapat pendampingan mulai dari penyempurnaan model bisnis, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, penguatan identitas merek, hingga peningkatan kapasitas produksi.

Pendampingan tersebut menjadi salah satu titik balik Quinn Kitchen. Dari yang sebelumnya memproduksi puluhan botol, kapasitas produksi kini berkembang hingga ribuan botol. Jumlah tenaga kerja juga bertambah menjadi sekitar 20 orang.

Di saat bersamaan, kualitas produk, desain kemasan, legalitas, dan strategi pemasaran terus diperkuat agar produk Quinn Kitchen semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Tampilan Baru Qlola by BRI Resmi Meluncur, Transaksi Bisnis Makin Terintegrasi

Langkah tersebut kemudian berlanjut melalui program inkubasi Pengusaha Muda BRILian (PMB) pada 2023.

Dalam program itu, Rudy mendapat pembekalan dari mentor bisnis, termasuk Billy Boen dan Andy Zain, mengenai pengembangan usaha, kepemimpinan, branding, hingga inovasi bisnis.

Quinn Kitchen kemudian berhasil masuk Top 4 UMKM terbaik Indonesia kategori Food & Beverage. Pencapaian tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi Quinn Kitchen mewakili Indonesia dalam ajang Food & Hotel Asia (FHA) Food & Beverage 2026 di Singapura.

Baca Juga: Kredit UMKM BRI Terus Tumbuh, Kualitas Tetap Dijaga: NPL dan LaR Makin Turun

Kesempatan tersebut mulai membuahkan hasil. Quinn Kitchen berhasil menarik perhatian sejumlah calon pembeli dari luar negeri.

Dua perusahaan asal Singapura dan satu perusahaan dari Belanda kini tengah menjalin komunikasi intensif dan melakukan uji coba produk.

“Kami mendapatkan buyer potensial dari Singapura dan Belanda. Saat ini kami masih dalam proses pengiriman sampel dan pembahasan lebih lanjut. Kesempatan ini menjadi langkah besar bagi Quinn Kitchen untuk membawa cita rasa khas Sumatera Utara ke pasar dunia,” kata Rudy.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perjalanan Quinn Kitchen menunjukkan dampak pemberdayaan yang dilakukan BRI secara berkelanjutan. Menurutnya, pendampingan UMKM tidak hanya diarahkan untuk memperkuat bisnis, tetapi juga membuka akses menuju pasar yang lebih luas.

“BRI percaya bahwa UMKM Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, kami terus menghadirkan ekosistem pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga membuka akses promosi dan business matching di berbagai ajang internasional,” ujar Dhanny.

Menurut dia, berkembangnya Quinn Kitchen juga memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Peningkatan kapasitas usaha turut membuka lapangan kerja sekaligus mengangkat potensi bahan pangan lokal Sumatera Utara.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI akan terus memperkuat peran dalam menciptakan value creation melalui pemberdayaan UMKM.

Bagi BRI, semakin banyak UMKM lokal yang mampu naik kelas dan menembus pasar internasional berarti semakin terbuka pula peluang bagi produk serta potensi daerah Indonesia untuk dikenal di panggung global. (*/riz)

Editor : Achmad RW
Sambal Pendampingan sumut UMKM BRI