JAKARTA, RadarJombang.id – Rengginang, jamur, dan tempe yang lekat dengan pangan lokal Indonesia diolah NOMNOM menjadi camilan bernilai tambah dan berpeluang menembus pasar global.
UMKM yang dirintis Erwin Jogisaputra sejak 2016 itu kini bersiap memperluas pasar ke Singapura setelah mendapat respons positif dalam pameran internasional yang difasilitasi BRI.
NOMNOM berawal dari inovasi rengginang panggang sebagai alternatif camilan yang lebih sehat. Seiring perkembangan usaha, Erwin terus mengembangkan produk dengan memanfaatkan bahan pangan lokal Indonesia.
Baca Juga: Fantastis! Volume Transaksi BRImo Tembus Rp4.166 Triliun, Pengguna Hampir 50 Juta
“Saya mulai menjadi nasabah BRI sejak 2018. Kemudian mendapat kesempatan mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM,” ujar Erwin.
Saat pandemi Covid-19, inovasi NOMNOM berkembang melalui produk Super Shrooms, camilan jamur panggang yang dibuat untuk membantu meningkatkan nilai jual hasil panen petani jamur lokal. Produk tersebut dikembangkan dengan klaim bebas gluten, tanpa lemak trans, dan sekitar 100 kalori per kemasan.
Inovasi kembali dilakukan pada 2025 melalui Tempe Bites, camilan berbahan dasar tempe yang menyasar masyarakat dengan gaya hidup aktif dan membutuhkan sumber protein praktis.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp103,81 Triliun hingga Juni 2026, Dua Juta UMKM Nikmati Pembiayaan
Namun, perjalanan bisnis NOMNOM tidak selalu mulus. Erwin menghadapi tantangan distribusi, perluasan pasar hingga pengelolaan tim dan organisasi.
“Dulu kendalanya distribusi, perluasan pasar, dan membangun tim,” kenangnya.
Untuk memperkuat bisnis, Erwin kemudian mengikuti program Pengusaha Muda BRILian yang diselenggarakan BRI. Melalui program tersebut, NOMNOM mendapat pembekalan dan pendampingan untuk memperkuat strategi bisnis, branding, hingga kesiapan menghadapi pasar yang lebih luas.
“Kami belajar tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun brand dan memahami kebutuhan pasar,” katanya.
Perjalanan tersebut membawa NOMNOM meraih posisi Top 3 Pengusaha Muda BRILian. Capaian itu sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi NOMNOM untuk memperkuat jejaring bisnis dan mengakses pasar internasional.
Kesempatan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan NOMNOM dalam pameran internasional di Singapura yang difasilitasi BRI. Produk mereka mendapat respons positif dari calon buyer dan kini memasuki tahap negosiasi akhir.
“Respons buyer di Singapura sangat positif. Saat ini kami masuk tahap negosiasi akhir,” ungkap Erwin.
Baca Juga: BRI dan Danantara Perkuat UMKM, Dorong Ekonomi Kerakyatan hingga Pelosok Negeri
Jika terealisasi, kerja sama tersebut akan menjadi langkah baru bagi NOMNOM untuk membawa produk olahan pangan lokal Indonesia ke pasar luar negeri.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perjalanan NOMNOM menunjukkan bahwa inovasi produk perlu diikuti akses pengembangan bisnis dan pasar.
“Daya saing UMKM tidak hanya ditentukan kualitas produk, tetapi juga kemampuan berinovasi dan mengakses pasar,” ujarnya.
Baca Juga: BRILink Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Gerakkan Ekonomi dari Desa hingga Pelosok
Karena itu, BRI terus memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM melalui pembiayaan, pendampingan, digitalisasi hingga business matching.
Langkah tersebut diarahkan agar semakin banyak pelaku usaha lokal mampu berkembang dan bersaing di pasar global.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI juga terus mendorong penciptaan value creation melalui penguatan UMKM. Akses pembiayaan, teknologi, pendampingan, dan pasar internasional diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi produk lokal untuk mendunia sekaligus menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (*/riz)
Editor : Achmad RW