RadarJombang.id - Donnald Trump, telah bisa dipastikan memenangi pilpres Amerika Serikat.
Calon yang diusung maju oleh Partai Demokrat, Kama Harris mengakui kekalahannya atas Donald Trump dalam pilpres AS Selasa (05/11/2024).
Dalam perhitungan cepat, Kamila tertinggal 69 angka yakni 226 suara untuk Kamila dan 295 untuk Donald Trump.
Menanggapi kekalahannya, Kamila melakukan pidato perdana di Howard University, Washington DC (06/11/2024) malam waktu setempat.
Namun, kepada pendukungnya Kamala menyinggung AS bisa jadi akan masuk dalam masa kegelapan oleh karena itulah masyarakat Amerika harus bekerja sama menjadi bintang yang selalu menyinari kegelapan itu.
“Saya tahu banyak orang merasa kita sedang memasuki masa gelap. Namun demi kebaikan kita semua, saya harap itu tidak terjadi. Namun, inilah masalahnya, Amerika jika memang demikian mari kita penuhi langit dengan cahaya dari milyaran bintang yang cemerlang,” tutur Kamala.
Sebelumnya, Kamala juga telah menghubungi Trump secara langsung untuk memberikan selamat.
Meski demikian, Kamila juga menuturkan dirinya tidak akan berhenti berjuang dan tetap optimis mengedepankan aspirasi serta mimpi rakyat Amerika.
Kamila tetap akan mengingat janji kampanyenya tentang memperjuangkan hak perempuan Amerika atas diri mereka sendiri.
“Saya tak akan lelah perjuangkan masa depan, mimpi, dan aspirasi rakyat Amerika. Termasuk menjamin kebebasan dan pemenuhan hak para wanita di negeri ini atas tubuhnya,” imbuh Kamala lagi.
Kamala tetap mendukung Trump meskipun telah dikalahkan. Ia akan turut membantu Trump dalam transisi kekuasaan. Kamala menjamin proses transisi yang damai.
Kamala memberi pesan kepada pendukungnya untuk menerima seluruhnya hasil pilpres sebagai bentuk demokrasi.
Untuk beberapa rakyat Amerika yang merasa takut setelah Trump kembali menjabat, Kamala menyerukan untuk tetap semangat dan tidak perlu merasa bersedih.
Sudah saatnya untuk berorganisasi dan terlibat dalam membangun kebebasan serta keadilan demi masa depan bersama.
Kamala tidak luput memberikan pesan kepada generasi muda yang menjadi porsi terbesar pendukung Donald Trump tahun ini.
Kamala menuturkan untuk tidak takut dengan kekalahan, generasi muda harus terus berjuang meskipun kenyataannya diperlukan waktu lebih untuk meraih kemenangan.
"Kepada orang-orang muda yang menonton, tidak apa-apa untuk merasa sedih dan kecewa, tetapi ketahuilah bahwa semuanya akan baik-baik saja."
"Dalam kampanye, saya sering berkata, 'Saat kita berjuang, kita menang.' Namun, inilah masalahnya, terkadang perjuangan membutuhkan waktu. "
"Itu tidak berarti kita tidak akan menang. Itu tidak berarti kita tidak akan menang. Yang penting, jangan pernah menyerah" imbuhnya.
Kamala menyelesaikan pidatonya dengan berterima kasih dan berdoa supaya Tuhan selalu memberkati Amerika beserta seluruh rakyatnya.
Kamala lantas turun dari podium sambil ditemani suaminya, Doug Emhoff dengan diiringi lagu berjudul “Freedom” milik Beyonce yang menjadi lagu wajib dalam setiap sesi kampanyenya. (Rediva Novalisty)
Editor : Achmad RW