Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kemenangan Donald Trump di Pilpres AS Juga Berkat Dukungan Pemilih Muslim, Ini Respons Hamas dan Hisbullah

Magang • Jumat, 8 November 2024 | 01:25 WIB
Donald Trump yang memenangkan pilpres AS dan mendapat dukungan pemilih muslim Amerika
Donald Trump yang memenangkan pilpres AS dan mendapat dukungan pemilih muslim Amerika

RadarJombang.id - Donald Trump dari Partai Republik berhasil terpilih dan mengalahkan Kamala Harris pada pilpres AS yang diselenggarakan Selasa, 05 November 2024.

Dilansir dari AP (Associated Press), Trump memeroleh 295 suara atas Kamala yang hanya memeroleh 226 suara.

Pada pidato kemenangannya di Florida setelah perhitungan cepat dari sejumlah media, Trump mengungkap masyarakat AS telah memihak orang yang tepat.

Trump juga menuturkan telah mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Muslim-Amerika.

“Mereka berasal dari semua pihak. Serikat, non-serikat, Afrika-Amerika, Hispanik-Amerika, Asia-Amerika, Arab-Amerika, Muslim-Amerika, semua orang dengan latar belakang dan itu indah,” tutur Trump (06/11/2024) waktu setempat.

Selain itu, di hadapan pendukungnya, Trump berjanji tidak akan ada peperangan.

Mengingat sepanjang kepemimpinannya yakni tahun 2016-2020, AS tidak mengerahkan pasukan militer skala penuh kecuali untuk menumpas ISIS.

Hal yang dikatakannya ini disebut berlawanan dengan era pemerintahan Presiden Joe Biden yang mengerahkan pasukan untuk membantu sekutu yakni Israel dan Ukraina.

“Mereka berkata saya akan memulai perang. Saya tidak akan memulai perang, saya akan menghentikannya,” tambah Trump, lagi.

Pejabat senior Hamaz, Sami Abu Zuhri juga ikut memberikan tanggapan tentang kemenangan Donald Trump atas Presiden AS ke-47.

Pihaknya menagih janji Trump yang mengaku bisa menghentikan perang dalam hitungan jam.

Dalam pernyataannya, Sami Abu Zuhri mengatakan, Trump harus belajar dari kesalahan Joe Biden yang memantik perang tanpa henti dengan membantu pergerakan tentara Israel.

Penyebab kekalahan Kamala Harris juga akibat ia mendukung penyerangan Israel atas Palestina.

"Kekalahan Partai Demokrat (partai yang mengusung Kamala Harris) adalah harga yang wajar untuk 'sikap kriminal' kepemimpinan mereka terhadap Gaza," tutur Sami Abu Zuhri (06/11/2024) dikutip dari Reuters dan Middle East Eye (MEE).

Berbeda dengan pihak Hamas yang seakan masih memberikan harapan terhadap kepemimpinan Trump, Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem mengatakan tidak peduli dengan hasil pemilihan presiden AS.

Baik Kamala maupun Trump, keduanya tidak menjamin berhentinya peperangan di Lebanon.

Sebaliknya, Naim menuturkan pihaknya memiliki pasukan yang siap melawan dan menghancurkan Israel. Sejauh ini, Hizbullah telah mengirim banyak roket ke wilayah Israel.

“Bahkan sekarang, kami tidak mendasarkan harapan kami pada pemilu AS, apakah Harris atau Trump yang menang itu tidak ada nilainya bagi kami,” tutur Naim Qassem (06/11/2024).

Pihak Hizbullah meyakini mereka akan berhasil membuat musuh (Israel) dengan sendirinya menghentikan agresi yang dilakukan.

Mereka mengatakan akan ada waktu saat Israel melemah. Naim Qassem menambahkan, ia tidak ingin bila agresi dapat berhenti melalui jalan politik. (Rediva Novalisty)

Editor : Achmad RW
#pilpres as #hamas #Pemilih Muslim #amerika #donald trump #Hisbullah