RadarJombang.id - Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran ke Israel sepanjang Selasa (1/10) malam waktu setempat.
Serangan rudal Iran ini, disebut sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon yang menewaskan dua tokoh penting Iran.
Yakni pemimpin Hezbollah, Hasan Nasrallah, dan pemimpin Hamas, Ismail Haniyah.
Serangan ini menandai eskalasi serius dalam konflik di Timur Tengah.
Pada Selasa (1/10/2024), Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan roket yang secara khusus menargetkan pangkalan militer Israel.
Termasuk fasilitas intelijen Mossad, tanpa menyasar wilayah pemukiman.
Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan 400 rudal balistik, yang menghancurkan sebagian besar pertahanan Israel. Termasuk sistem pertahanan udara Iron Dome.
Jumlah rudal ini dua kali lipat dari serangan pertama Iran pada April lalu, yang melibatkan sekitar 220 rudal dan drone.
Serangan kali ini berhasil menghancurkan setidaknya 20 pesawat tempur F-35 Israel, Pelabuhan Ashkelon, serta platform gas Israel di Laut Mediterania.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF), melalui akun resminya di platform X (sebelumnya Twitter), membagikan video yang diklaim menunjukkan rudal Iran menghantam Kota Tua Yerusalem.
Militer Israel melaporkan bahwa warga di seluruh negeri berlindung di tempat perlindungan bom selama serangan berlangsung.
Baca Juga: 12.000 Santri di Jombang Gelar Doa Bersama untuk Palestina, Kecam Kekejian Israel
Meski serangan ini masif, laporan dari The Times of Israel menyebutkan hanya dua orang di ibu kota yang terluka.
Namun, Israel belum merilis rincian kerusakan secara menyeluruh.
Iran memperingatkan bahwa jika Israel melancarkan serangan balasan, respons mereka akan jauh lebih besar, hingga 100 kali lipat.
Garda Revolusi Iran juga mengumumkan bahwa tiga pangkalan militer di sekitar Tel Aviv akan menjadi target serangan berikutnya.
(Marisa Andriana)
Editor : Achmad RW