RadarJombang.id - Shabiatur Rhokimah adalah gadis yang pantang menyerah.
Keinginannya yang tinggi untuk belajar di luar negeri diwujudkan dengan usaha yang keras.
Usahanya pun membuahkan hasil, kini ia tengah menempuh pendidikan S2 di Gyeongsang National University jurusan Energy and Mechanical Engineering Korea.
”Saat saya masih menjadi mahasiswa S1, saya memang memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan studi di luar negeri,” ungkap gadis kelahiran Jombang, 18 Juli 1998 tersebut.
Warga Dusun Kapringan, Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan saat ini tinggal di Jinju, Gyeonsang Selatan, Korea Selatan.
Shabia menempuh pendidikan dasar di SDN Dukuhklopo 2 Kecamatan Peterongan, kemudian melanjutkan di MTsN 3 Jombang, dan MAN 1 Jombang.
Setelah lulus madrasah aliyah, Shabia kemudian kuliah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang jurusan Fisika dan lulus tahun 2020.
Untuk bisa mewujudkan impiannya kuliah S2 di luar negeri, Shabia berjuang keras.
Hal yang pertama dilakukan yaitu memperdalam penguasan bahasa Inggris.
”Saya ikut kursus Bahasa Inggris di Pare, Kediri kurang lebih selama setengah tahun,” terangnya.
Setelah mengantongi sertifikat IELTS, awal 2022, ia mulai daftar beasiswa di berbagai negara, yaitu Jepang, Korea Selatan, China, dan Australia.
Baca Juga: Cerita Perjuangan Pemuda Jombang yang Belajar Ilmu Kedokteran di Universitas Al Azhar Mesir
Sayangnya, percobaan tahun pertama gagal.
Pantang menyerah, Shabia kembali mencoba tahun 2023, dengan tujuan Korea Selatan, Jepang, China, Turki, dan Taiwan.
”Alhamdulillah di tahun 2023 saya mendapatkan beasiswa atau lolos menjadi awardee dari beasiswa GKS (Global Korea Scholarship) setelah mendaftar sekitar 11 beasiswa di berbagai jenis beasiswa seperti pemerintah, professor, dan perusahaan/lembaga,” jelas gadis yang bercita-cita sebagai engineer tersebut.
Putri pasangan Teman Hariono dan Jumilah ini berprinsip, mimpi akan menjadi kenyataan jika sang pemimpi bangun dan mewujudkannya.
Berapapun tantangan yang dijumpai ke depannya ia mengaku akan tetap maju dan pantang menyerah.
"Karena sebuah mimpi atau tujuan akan menjadi sebuah khayalan kalau kita hanya berdiam diri tanpa ada tindakan atau akan selalu tetap bunga dalam tidur saja,” jelasnya.
Ia mengaku bersyukur, satu tahun tinggal di Korea, ia banyak belajar hal baru.
Baik yang didapatkan dalam event yang diselenggarakan oleh kampus maupun program pemerintah Korea.
Selain belajar mengenai budaya, Shabia juga berkesempatan untuk bertemu dengan teman baru dari berbagai negara yang berbeda.
”Hal lain yang membuat kesan mendalam yaitu sebagai muslim yang minoritas di Korea Selatan, saya dapat bertemu dan bersalawat bersama Habib Bidin. Kalau di Indonesia, rasanya bertemu langsung Beliau adalah hal yang sangat sulit,” jelasnya.
Shabia mengatakan, pendidikan tinggi adalah sebuah investasi.
Shabia memilih melanjutkannya di luar negeri dengan beasiswa untuk belajar banyak hal baru yang tidak ditemukannya di Indonesia.
Baca Juga: Warga Jombang Ungkap Kebahagiaannya Bisa Tinggal di Mesir Saat Bulan Ramadan
Usai menjalani pendidikan, ia ingin ilmu yang didapatkannya bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri, masyarakat maupun negara.
”Secara tidak langsung saya maintain hubungan bilateral antara negara kita dengan negara di mana saya belajar,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW