Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Beberapa Fakta Konflik di Rafah: Kekejaman Israel Serng Warga Sipil Palestina Tanpa Peringatan

Achmad RW • Kamis, 30 Mei 2024 | 06:20 WIB
Ilustrasi serangan Israel kepada rakyat palestina dan gerakan All Eyes on Rafah yang kini tengah menggema di media sosial
Ilustrasi serangan Israel kepada rakyat palestina dan gerakan All Eyes on Rafah yang kini tengah menggema di media sosial

RadarJombang.id - Konflik di Rafah terjadi sebagai bagian dari konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi situasi di Rafah yang terus memburuk akibat serangan Israel pada warga Sipil.

Pada tanggal 26 Mei 2024, Israel melakukan serangan udara di area pemukiman sementara di utara kota Rafah, yang dikenal sebagai Tal as-Sultan.

Banyak tempat perlindungan terbakar dengan penghuninya masih berada di dalamnya.

Pemerintah Gaza menyatakan bahwa Israel menjatuhkan tujuh bom berat dan beberapa rudal di kamp pengungsi tersebut.

Akibatnya, setidaknya 45 orang tewas dan banyak lainnya mengalami luka-luka.

Banyak korban adalah warga sipil yang mencari perlindungan dari serangan Israel yang terus berlanjut di seluruh Gaza.

Israel tidak mengeluarkan perintah evakuasi sebelum melakukan serangan ini.

Krisis Kemanusiaan di Gaza:

Sejak Oktober 2023, konflik antara Hamas dan militer Israel telah memicu perang Israel-Hamas.

Hamas dan kelompok militan sekutunya menyerang Israel selatan, menyebabkan hampir 1.200 orang tewas, sebagian besar adalah warga sipil, dan lebih dari 250 orang disandera.

Israel membalas dengan memberlakukan blokade total di Gaza, melakukan serangan udara yang intensif, invasi, dan evakuasi massal.

Lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan di Rafah setelah serangan ini.

Serangan tersebut juga telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan meninggalkan krisis kemanusiaan yang mendalam.

Gerakan “All Eyes on Rafah”:

Aktivis dan kelompok kemanusiaan menggunakan slogan “All Eyes on Rafah” untuk menarik perhatian dunia pada penderitaan rakyat Palestina di Gaza.

Slogan ini memungkinkan orang untuk berbagi nilai-nilai mereka dengan cara yang sosial diterima.

Ketika emosi kuat terlibat, pesan semacam ini lebih mungkin menjadi viral.

Gambar template AI dengan frase “All Eyes on Rafah” yang dikelilingi tenda di tengah gurun telah dibagikan hampir 32 juta kali di media sosial.

Bahkan, hashtag #alleyesonrafah muncul di video TikTok yang ditonton jutaan kali.

Gerakan ini berfungsi sebagai panggilan kesadaran dan tindakan, memperkuat suara dan advokasi untuk intervensi kemanusiaan di zona konflik. (riz)

 

Editor : Achmad RW
#serangan #palestina #Israel #All Eyes On Rafah #Rafah