Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Gadis Jombang ini Bagikan Pengalaman dan Caranya menghadapi Hambatan saat Jalani Pendidikan di Inggris

Wenny Rosalina • Sabtu, 18 Mei 2024 | 17:44 WIB
Ashlaha Baladina Zaimuddin, gadis Jombang yang kini tengah menuntaskan pendidikannya di Inggris
Ashlaha Baladina Zaimuddin, gadis Jombang yang kini tengah menuntaskan pendidikannya di Inggris

RadarJombang.id - Mampu mewujudkan impian untuk melanjutkan pendidikan di Eropa, adalah satu kebahagiaan bagi Ashlaha Baladina Zaimuddin.

Kendati demikian, bukan berarti hal itu tanpa tantangan, sejumlah hal baru dan berbeda dalam sistem pendidikan di negara Inggris, harus dialaminya.

Dena, juga membagikan caranya untuk mengatasi hambatan-hambatan itu dalam meraih cita-citanya.

Salah satu tantangan tersulit ketika belajar di luar negeri adalah perkuliahan yang padat, dan tugas yang tidak sedikit.

Kadang hal tersebut membuatnya stress jika tidak dikelola dengan baik.

”Jarak yang jauh dari keluarga membuat saya merasa homesick atau rindu dengan suasana di rumah dan keluarga saya,” jelasnya.

Kuliah di luar negeri, dalam satu kelas terdapat 20-100 mahasiswa dari berbagai ras, suku, budaya dan negara.

Ia juga sering bertukar kado dan sharing tentang budaya masing-masing negara dengan temannya, hingga berkunjung langsung ke beberapa negara di Eropa seperti Swiss, Austria, Belanda, Jerman, Belgia dan Belanda.

”Saya juga suka mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Inggris,” ungkap Dena.

Sebagai warga baru di Inggris, Dena juga mengalami sejumlah culture shock.

Salah satunya kebiasaan masyarakat lokal Inggris yang suka berjalan kaki.

Baca Juga: Warga Jombang Ungkap Kebahagiaannya Bisa Tinggal di Mesir Saat Bulan Ramadan

Ia, juga bahkan sempat terkejut ketika mendengar temannya berjalan kaki hingga hampir satu jam untuk sampai ke kampus setiap hari.

Juga perbedaan cuaca yang cukup ekstrem. Di Inggris dalam sehari perubahan suhu dan cuaca bisa berubah dengan sangat cepat.

Misalnya pagi cerah, siang hujan deras, sore berangin, dan malam gerimis.

”Hal ini membuat saya selalu mengecek aplikasi weather forecast atau perkiraan cuaca setiap harinya,” jelasnya.

Ia juga harus menyesuaikan diri dengan kurs Inggris yang tinggi, untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya.

Seperti makan, transport, baju yang harganya lebih mahal dibandingkan Indonesia.

Itu diantisipasi dengan mengatur keuangan dengan tepat.

Salah satunya masak sendiri agar lebih hemat dan sesuai dengan lidah Indonesia.

”Setelah lulus nanti, saya ingin membantu para santri yang ingin berkuliah di luar negeri dengan memberikan bimbingan secara gratis khusus santri, agar semakin banyak santri yang bisa melanjutkan studi di luar negeri dengan beasiswa,” pungkasnya. (wen/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#pengalaman #inggris #Jombang #gadis #Kuliah