RadarJombang.id - Richard Slayman, seorang pria berusia 62 asal Massachusetts, Amerika Serikat meninggal dunia setelah menjalani operasi transplantasi ginjal babi.
Ia, menjalani transplantasi ginjal babi di rumah sakit setempat pada Maret 2024 atau dua bulan yang lalu.
Proses transplantasi ginjal babi itu, dilakukan kepada slayman untuk mengatasi sejumlah penyakit menahun yang harus dihadapinya selama ini.
Berikut adalah beberapa fakta penting terkait kematian Richard Slayman, pria yang menerima donor ginjal babi:
1. yang Pertama di Dunia
Richard Slayman adalah pria pertama di dunia yang menerima transplantasi ginjal babi hasil rekayasa genetika.
Beberapa orang merasa simpati terhadap Richard Slayman dan keluarganya.
Namun di balik itu, banyak pihak menghargai keberanian dan kepercayaannya dalam memajukan bidang xenotransplantasi.
2. Proses dan pertimbangan transplantasi ginjal babi
Richard Slayman berusia 62 tahun saat menjalani transplantasi ginjal babi.
Operasi transplantasi berlangsung selama 4 jam dan berhasil dilakukan di Rumah Sakit Umum Massachusetts.
Sebelum menerima transplantasi ginjal babi, Slayman telah berjuang melawan diabetes tipe 2 dan hipertensi selama bertahun-tahun.
Slayman juga telah menjalani perawatan dialisis yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidupnya.
3. Jenis ginjal babi yang digunakan tak biasa
Ginjal yang digunakan dalam transplantasi berasal dari eGenesis, sebuah perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge.
Organ yang digunakan dalam transplantasi diambil dari babi yang dimodifikasi secara genetik menggunakan teknologi CRISPR-Cas9.
4. Penyebab Kematian Slayman
Slayman meninggal dua bulan setelah operasi transplantasi ginjal babi itu.
Slayman sempat mengalami tanda-tanda penolakan organ pada hari ke-8 pasca operasi.
Meski demikian, dokter berhasil mengatasi penolakan tersebut.
Kematian Slayman belum diketahui, rumah sakit telah memastikan bahwa kematian tersebut tidak ada hubungannya dengan transplantasi ginjal babi.
5. Membuka ruang penelitian lebih lanjut
Secara umum, kasus ini telah menarik perhatian publik dan mendorong diskusi lebih lanjut tentang potensi dan risiko xenotransplantasi.
Ini adalah langkah penting dalam perkembangan medis.
Tetapi juga menimbulkan pertanyaan penting tentang etika dan keamanan dalam penggunaan teknologi ini.
Kejadian ini, juga menimbulkan pertanyaan tentang risiko dan tantangan yang mungkin dihadapi pasien yang menerima organ dari spesies lain. (riz)
Editor : Achmad RW