RadarJombang.id - Seorang pria berusia 62 tahun, Richard Slayman, telah membuat sejarah dengan menerima transplantasi ginjal babi.
Ginjal yang dipakai Slayman, merupakan ginjal babi hasil rekayasa genetika pertama di dunia.
Operasi transplantasi ginjal babi itu, dilakukan pada Maret 2024 lalu di Massachusetts Amerika Serikat.
Namun, dua bulan setelah transplantasi tersebut, Slayman tak mampu bertahan hingga akhirnya meninggal dunia.
Dari data yang dihimpun, Slayman sebenarnya sudah sukses menjalani operasi cangkok ginjal babi selama empat jam dan sukses di Rumah Sakit Umum Massachusetts.
Dia keluar dari rumah sakit selang dua pekan kemudian pada April 2024 lalu.
Sebelum menjalani operasi transplantasi ginjal babi tersebut, Richard Slayman, yang merupakan penduduk Weymouth, Massachusetts, telah berjuang melawan diabetes tipe 2 dan hipertensi.
Sebelum melakukan terobosan transplantasi ginjal babi, Slayman memiliki sejarah panjang dalam menangani diabetes tipe 2 dan hipertensi.
Dia juga mengandalkan cuci darah selama beberapa tahun sebelum menerima transplantasi ginjal manusia pada bulan Desember 2018.
Saat itu, transplantasi ginjal manusia dilakukan oleh tim Rumah Sakit Umum Massachusetts yang sama.
Sayangnya, ginjal yang ditransplantasikan dari donor manusia berfungsi sekitar lima tahun sebelum menunjukkan tanda-tanda penolakan.
Baca Juga: Antisipasi Gagal Ginjal Akut di Jombang, Peredaran Obat Sirup Dilarang
Pada Mei 2023, Slayman harus kembali menjalani perawatan dialisis, yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidupnya, menurut rumah sakit.
Ginjal yang digunakan dalam transplantasi berasal dari eGenesis, sebuah perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge.
Organ pionir ini diambil dari babi yang dimodifikasi secara genetik menggunakan teknologi CRISPR-Cas9.
Meskipun penyebab kematian mendadaknya masih belum diketahui, rumah sakit telah memastikan bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya dengan transplantasi ginjal babi yang diterimanya. (riz)
Editor : Achmad RW