RadarJombang.id - Alba’u Saraba Hidayatullah memiliki cita-cita menjadi dokter sejak masih kanak-kanak.
Upaya yang dilakukan untuk menggapai cita-citanya dilakukan dengan kuliah kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Al Azhar Kairo Mesir.
”Saya mulai kuliah di fakultas kedokteran Al Azhar Kairo sejak tahun 2019,” ungkap pria asal Desa/Kecamatan Megaluh yang suka olahraga angkat berat ini.
Mesir dipilih karena memiliki banyak ulama besar, Ilmu kedokteran di Mesir termasuk yang terbaik di kawasan Timur Tengah.
Banyak pakar spesialis lulusan Mesir yang bekerja di Mesir maupun di luar negeri.
Keinginannya kuliah di Mesir dimulai saat dirinya masih menempuh pendidikan di Pesantren Gontor tahun 2016.
Saat itu ada kunjungan grand Syekh Azhar di Gontor.
Sejak saat itu keinginannya untuk belajar di Mesir sangat menggebu.
”Entah bagaimanapun caranya saya harus belajar di Mesir, alhamdulillah bisa dapat kesempatan untuk daftar seleksi beasiswa dan diterima di jurusan yang juga sesuai dengan cita-cita saya,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak jalur pendaftaran yang bisa dipilih jika ingin kuliah di Mesir.
Ada beasiswa kemenag, pesantren Gontor, beasiswa PBNU dan lain sebagainya.
Baca Juga: Warga Jombang Ungkap Kebahagiaannya Bisa Tinggal di Mesir Saat Bulan Ramadan
Spesial untuk fakultas kedokteran, calon mahasiswa diwajibkan memiliki ijazah IPA yang sudah diakui Al Azhar.
”Seperti Pondok Modern Darussalam Gontor, Pondok Modern Tazakka, Darun Najah , Pondok Amanatul Ummah dan lain sebagainya,” jelasnya.
Belajar kedokteran di Universitas Al Azhar tidak hanya mendapatkan ilmu kedokterannya saja.
"Tapi juga ada tambahan materi islami, seperti hafalan Alquran, tarikh Islam, Aqidah, khot arabi, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Mahasiswa Mesir harus menguasai banyak bahasa. Dan biasanya itu yang menjadi tantangan dalam belajar.
Sebab, buku yang digunakan di sana menggunakan bahasa Inggris, dan sedangakan penyampaian dari dosen menggunakan Arab amiyah.
”Mungkin cuaca juga menjadi tantangan, karena di Indonesia tropis, di Mesir ada musim dingin, tapi harus membiasakan dengan cuaca tersebut, dan cuaca itu yang menjadi salah satu culture shock saya,” jelasnya.
Pria yang lahir di Jombang, 15 September 1997 tersebut, mengenyam pendidikan dasarnya di MI Mambaul Ulum Megaluh, lulus tahun 2010.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Gontor sampai tahun 2016.
Putra pasangan Suwarno dan Saidah ini juga aktif di sejumlah organisasi.
Ia aktif di bidang kepenulisan majalah Cakrawala IKPM, juga sebagai ketua Senat Mahasiswa Indonesia Fakultas Kedokteran Mesir, juga sebagai Co Founder Sharia Investama Fund. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW