RadarJombang.id - Bagi Cahyani Ratna Sari alias Oce, pengalamannya bekerja di Jepang benar-benar pengalaman berharga.
Tinggal dan bekerja jauh dari keluarga, membuatnya banyak belajar tentang kehidupan.
Gadis Jombang yang kini tinggal di jepang itu juga memiliki sejumlah pengalaman unik dan lucu saat pertama kali bekerja di negeri orang.
Oce menyebut sangat bersyukur, lingkungan kerjanya juga nyaman, warga lokal yang supportif, ramah, dan tulus.
Lingkungan kerjanya di jelang juga bersedia mengajarkan dari nol sampai bisa dan mengerti.
”Awal adaptasi tentu saja sulit, meski sudah belajar bahasa Jepang, tapi kadang overthinking, kenapa orang Jepang hanya bisa bahasa mereka," ungkapnya.
Ya, Oce merasakan betul bagaimana jarang sekali ada warga Jepang utamanya yang sudah berusia dewasa dan tua tak banyak bisa bahasa lain selain bahasa asli mereka.
"yang bisa bahasa Inggris kecuali anak-anak muda, apalagi orang Jepang ngomongnya cepat-cepat banget,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, Oce kini sudah mulai nyaman dengan Jepang.
Kemampuan berbahasanya juga sudah meningkat, bahkan sering dipercaya oleh bosnya untuk mendapatkan tugas khusus.
Tidak ada persyaratan lulus bidang pendidikan khusus. Namun, bekal pernah belajar di bidang kesehatan membuat bekalnya semakin matang untuk menekuni pekerjaannya.
”Setidaknya tahu ilmu dasarnya, adaptasi tidak terlalu berat kalau sudah punya ilmunya,” ungkap alumnus SDN Jombang 3 tersebut.
Tantangan lain yang harus diharapinya, yakni beradaptasi dengan Iklim di Jepang. Apalagi saat datang musim dingin.
”Masuk angin terus saya, tiga tahun baru mulai terbiasa,” tambahnya.
Dalam hal agama, waktu ibadah, seperti salat dan puasa, harus serba dijelaskan kepada lingkungannya.
Utamanya saat puasa, banyak yang mengkhawatirkan Oce ketika sedang berpuasa.
”Alhamdulilahnya di perusahaan saya sangat terbuka dan memberi ruang untuk salat dan puasa bahkan bebas boleh berhijab,” ungkap gadis kelahiran 1998 itu.
Oce, juga mengaku harus selektif dalam hal makanan. Dengan memperhatikan logo halal di setiap resto yang ada.
”Di sini sudah banyak toko dan resto muslim friendly, yang ada logo menyediakan makanan halal,” tambahnya.
Kerja di Jepang menurutnya seru. Melihat kultur yang serba satset, sangat tepat waktu dan tertib dalam pekerjaan dan kehidupan.
”Awalnya keteteran, lama kelamaan sekarang terbiasa,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW