Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Warga Jombang Ini mengungkap Faktor Utama yang Bikin Ia Selalu Rindu Suasana dan Cara Pendidikan di mesir

Wenny Rosalina • Sabtu, 16 Maret 2024 | 19:04 WIB
Achmad Roziqi, warga Jombang yang kembali mendapat kesempatan menjalani pendidikan di mesir setelah 15 tahun kelulusannya
Achmad Roziqi, warga Jombang yang kembali mendapat kesempatan menjalani pendidikan di mesir setelah 15 tahun kelulusannya

RadarJombang.id - Bagi Achmad Roziqi, kerinduannya pada Mesir bukan saja karena kenangannya saja.

Menurutnya, Mesir adalah negara dengan pendidikan yang bagus dan mumpuni.

Faktor itu jugalah yang membuatnya sejak dulu menginginkan mengecap pendidikan di Mesir.

Warga Jombang ini bercerita, ia mulai tergugah untuk kuliah di Mesir setelah ia lulus dari MI Perwanida Mojowarno tahun 1999.

Ia kemudian melanjutkan ke MASS Tsanawiyah Tebuireng lulus tahun 2001, dan MASS Aliyah Tebuireng tahun 2004.

Di jenjang MASS itu, ia ditempa pendidikan Bahasa Arab. Pembelajarannya full menggunakan bahasa Arab, banyak juga guru lulusan Timur Tengah.

Hal itu,  membuka cakrawala untuk mengikuti jejak sang guru dengan kuliah ke Mesir.

”Mesir saya pilih juga karena sanad keilmuan agama di Indonesia juga banyak di Al Azhar di pesantren juga banyak mengkaji kitab ulama Al Azhar,” ungkapnya.

Pada 2004, ia mendaftar ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Ia dengan mudah diterima karena menempuh jalur mandiri.

Setelah menjalani pendidikan, ia baru mengajukan beasiswa.

”Enaknya kuliah di Mesir, kalau yang diambil adalah jurusan keagamaan, pasti gratis kuliahnya baik itu yang dapat beasiswa sejak awal maupun yang tidak,” jelasnya.

Tapi kalau jurusan umum seperti teknik, kedokteran, tidak gratis, kecuali bagi yang dapat beasiswa.

”Kalau dibandingkan mungkin lebih murah biaya kuliah di Sana daripada di Indonesia,” jelasnya.

Untuk kuliah di Mesir, ayah dari Muhammad Sakhi, Muhammad Wafi, Sovwa Aqila, dan Sovwa Aliya ini mempersiapkan diri sejak dini.

Salah satu bekal utama adalah kemampuan berbahasa Arab. Sebab, seluruh perkuliahan menggunakan bahasa Arab. Buku yang digunakan bahasa Arab.

”Jadi kemampuan bahasa Arab adalah harga mati,” jelas pria yang lahir 5 September 1985 itu.

Kemudian menabung hafalan Alquran sejak sekarang. Minimal dua juz saja sudah bisa dipakai untuk menempuh pendidikan di Mesir.

Ujian Alquran yang dilakukan tidak hanya ujian lisan, tapi juga ujian tulis. ”Jadi itu bisa dipelajari sejak sekarang, latihan nulis Alquran, karena nanti ada ujian tulis seperti sambung ayat gitu,” katanya.

Sistem pendidikan di Indonesia dan Mesir juga berbeda. Tidak ada absensi kehadiran, sehingga datang ke perkuliahan atau ngaji adalah panggilan jiwa.

Penilaian yang dilakukan dosen murni nilai akademik. ”Hanya benar atau salah, tidak ada kehadiran, keakraban dengan dosen, kesopanan, itu tidak berlaku,” kata Dosen Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng dan Guru MASS Aliyah Tebuireng.

Yang membuatnya rindu dengan Mesir salah satunya adalah lingkungan tempat tinggal, warga lokal yang ramah utamanya kepada warga Indonesia.

Sebab, saat ini sudah ada 12-13 ribu warga Indonesia yang berada di Mesir.

”Bagi saya, banyaknya warga Indonesia, ramahnya warga Mesir, memberikan rasa nyaman bagi kita, kalau bisa dikatakan, mesir adalah negeri kedua bagi saya,” jelas putra pasangan Asmadji dan Mutamimmah ini.

Merasakan empat musim, yaitu musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur menjadi pengalaman yang membuatnya rindu dengan Mesir.

Baca Juga: Begini Perjalanan Pungki, Pemuda Jombang yang Kini Sukses Berkarir di Hungaria

”Kalau di Kairo tidak ada salju, hanya dingin saja, bisa sampai 2 derajat celcius,” jelasnya.

Dari sisi makanan, juga banyak ditemukan makanan Indonesia seperti mie, makaroni, nasi, dan ayam bakar.

”Mungkin yang bikin adaptasi cukup lama adalah gandum, awal-awal ya  agak sulit, tapi setelah lama meninggalkan Mesir jadi rindu,” pungkasnya. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#mesir #Jombang #warga #Kerinduan #pendidikan