Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tiga Kali Gagal Dapat Beasiswa S2 di Indonesia, Gadis Jombang ini Buktikan Kemampuannya Hingga Raih Beasiswa di Australia

Wenny Rosalina • Sabtu, 2 Maret 2024 | 18:01 WIB
Rafita Sari, gadis Jombang yang kini melanjutkan studi S2 nya di Australia
Rafita Sari, gadis Jombang yang kini melanjutkan studi S2 nya di Australia

RadarJombang.id - Rafita Sari, wanita kelahiran Jombang, 8 Agustus 1996 saat ini tengah menempuh pendidikan S2 di University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia.

Namun, siapa sangka, ia pernah tiga kali gagal melamar program beasiswa S2 di dalam negeri.

Setelah mencoba daftar beasiswa di luar negeri, ia justru diterima di empat universitas ternama sekaligus.

”Setelah lulus S1, saya punya keinginan untuk lanjut S2. Coba lamar beasiswa S2 dalam negeri, tapi ditolak sebanyak tiga kali,” kata alumnus Universitas PGRI Jombang tersebut.

Saat itu ia bekerja sebagai tenaga pendidik Bahasa Inggris di English First Surabaya.

Dari sana ia mulai mendapatkan motivasi melalui para mentor, manager, dan tim akademik yang sangat mumpuni dalam mengajar.

Hal itu membuat Rafita terpacu untuk keluar dari zona nyamannya, mengejar impiannya untuk jadi dosen dengan mencoba peruntungan daftar beasiswa S2 di luar negeri.

”Alhamdulillah, saya diterima di empat universitas ternama sekaligus,” ungkapnya.

Keempat universitas itu di antaranya di Monash University Melbourne, Victoria, Australia, University of Melbourne, University of Queensland Australia, University of New South Wales (UNSW) Sydney Australia.

”Saya menjatuhkan pilihan ke UNSW karena UNSW adalah kampus top 20 di dunia dan terkenal dengan best employability di kancah Australia dan dunia,” kata imbuhnya.

Putri pasangan Mariyono dan Sri Yulaikah ini mengambil konsentrasi master of education, dengan spesialisasi TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages), dengan beasisswa LPDP.

Baca Juga: Perjuangan Miftahul Maarif, Pelatih Pencak Silat Asal Jombang yang Kini Mengejar S3 di Taiwan

Tidak hanya kuliah, Tita sapaan akrabnya, tidak hanya menjalani perkuliahan saja, tapi juga kegiatan organisasi di kampusnya serta aktif di organisasi LPDP.

Kemampuan berbahasa Inggris menjadi modal utama ketika ingin kuliah di luar negeri. Harus menjalani tes IELTS.

”Itu tes super mahal, sekali tes Rp 3 jutaan, alhamdulillah skor saya waktu itu tujuh, yang mana melebihi dari nilai batas persyaratan,” jelas alumnus MI Al Hikmah Sidowarek, MTs Perguruan Muallimat Cukir, dan SMAN 1 Jombang tersebut.  

Syarat lain yang harus dipenuhi adalam terjemah ijazah dan transkrip nilai, surat penerimaan dari kampus luar negeri, konfirmasi pendaftaran dari kementerian pendidikan Australia, asuransi kesehatan mahasiswa internasional, juga Visa.

Beberapa tips lain yang bisa dicoba adalah mengumpulkan prestasi sebanyak-banyaknya, rajin membangun jaringan, banyak tanya ke dosen.

”Jurus ampuh adalah caper ke dosen, karena itu yang kulakukan saat S1, tujuannya agar lebih dikenal, dapat nilai bagus tapi diimbangi dengan usaha ya, dan biar dapat info terkini,” ungkapnya sembari tertawa. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#s2 #Australia #Jombang #gadis #Kuliah