Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tips dari Wanita Jombang Agar Lebih Mudah Dapat Beasiswa untuk Kuliah di Australia

Wenny Rosalina • Sabtu, 6 Januari 2024 | 14:50 WIB
Rosmalia Dita Nugraheni, warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang ini kini tengah berjuang menyelesaikan studi S3-nya di  di Australian Nasional University (ANU).
Rosmalia Dita Nugraheni, warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang ini kini tengah berjuang menyelesaikan studi S3-nya di di Australian Nasional University (ANU).

RadarJombang.id - Rosmalia Dita Nugraheni, menceritakan pengalamannya hingga ia bisa meraih beasiswa S3 di Australia.

Untuk mendapatkan beasiswa AAS, ia harus bersaing dengan ribuan pelamar lain.

Awalnya suaminya Dedi Sunjaya tak merestuinya kuliah di luar negeri.

Namun dalam percobaan pertamanya, Dita langsung sukses mendapatkannya.

”Setelah saya dinyatakan lolos, baru saya tanya kembali kepada suami, alhamdulillah disetujui dan didukung untuk kuliah di Australia,” jelas.

Beasiswa AAS tidak ada batasan umur, tidak harus mendapat LOA (Letter of Acceptance) dari kampus yang dituju dahulu dan menawarkan biaya kuliah gratis secara penuh.

Beasiswa biasanya dibuka sekitar Februari sampai April.

Yang perlu disiapkan adalah mengisi data diri dan portofolio bentuk esai pada laman beasiswa https://oasis.dfat.gov.au/Function/Home/Default.aspx.

Pendaftar juga harus mempersiapkan dokumen tambahan seperti transkrip nilai, ijazah S1 dan S2, Akta lahir, rekomendasi dosen dari kampus asal.

”Dua orang diupayakan profesor dari kampus awal,” jelas peremmpuan kelahiran Jombang, 11 Januari 1986 tersebut.

Mempersiapkan CV dengan mencantumkan publikasi yang relevan, nilai IELTS, dan passport.

Baca Juga: Cerita Dita, Wanita Asal Desa Kepatihan, Jombang yang Kini Berjuang Menuntaskan S3 di Australia

Esai yang harus diisi adalah alasan memilih jurusan dan kampus, kontribusinya terhadap karir jika lanjut studi, dan lain sebagainya.

”Kunci penting agar essay bisa lolos adalah membuat tulisan yang apa adanya sesuai jati diri kita, tidak perlu mengada ada maupun nyontek pendapat dari orang lain,” jelasnya.

Jika lolos dari tahap seleksi awal, akan dilanjutkan dengan tes IELTS dan wawancara.

Untuk S2 wawancara seputar yang telah ditulis di CV dengan dua orang penilai, sedangkan untuk S3 harus mempresentasikan topik penelitiannya di hadapan empat panelis.

Dua orang Indonesia yang merupakan professor atau doktor dan dua orang tim AAS, selama 10 menit dilanjutkan dengan tanya jawab 20-30 menit.

Menurutnya, hal penting yang perlu dipersiapkan sejak awal adalah nilai TOEFL/IELTS.

Biasanya di negara-negara Eropa, Amerika, dan Australia lebih banyak menggunakan IELTS.

Yang kedua, sering googling dengan cek website kampus yang dituju. Tujuannya untuk menyesuaikan minat.

Ketiga, motivasi yang kuat untuk belajar di luar negeri.

Keempat, adalah dana cadangan, meski sudah didukung dengan beasiswa, dana cadangan dinilai sangat penting untuk mempersiapkan proses keberangkatan. (wen/bin/riz)

Editor : Achmad RW
#wanita #Australia #Jombang #s3