Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Santriwati Tambakberas Jombang ini Kini Tengah Berjuang Rampungkan Pendidikan S3 di Edinburgh

Wenny Rosalina • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 15:21 WIB

Af
Af

JOMBANG – Cita-Cita Af'idatul Husniyah yang ingin menempuh pendidikan di United Kingdom telah terwujud.

Setelah lulus S2 dengan gelar MSc TESOL University of Edinburgh 2016 lalu, kini ia kembali mendapatkan beasiswa pendidikan di Education University of Edinburgh untuk meraih gelar PhD.

”Saya mulai pendidikan saya sejak tahun 2021, insya Allah nanti 2024 saya lulus,” kata ibu satu anak ini.

Nia lahir dan tumbuh besar di Dusun Ngledok, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang.

Ia memulai pendidikannya di MI Madinatul Ulum Ngledok, Mojokrapak. Setelah lulus MI, ia melanjutkan pendidikannya di MTs Muallimin Muallimat Bahrul Ulum Tambakberas.

Lanjut jenjang SMA di MA Muallimin Muallimat Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Sejak SMA, Nia begitu ingin kuliah di United Kingdom. Tapi karena tak tahu bagaimana caranya, ia hanya belajar dengan sungguh-sungguh.

Ia optimistis, ketika sudah waktunya, jalan akan terbuka sendiri untuknya.

Setelah tamat SMA, ia melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Malang jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Pada 2013, ia berhasil memenangkan debat kandungan Alquran dengan Bahasa Inggris pada MTQMN di Padang.

Dari prestasinya itu, ia menemukan jalan untuk menggapai impiannya, yaitu menempuh pendidikan di Inggris.

Pada 2015, ia mulai pendidikannya di TESOL University of Edinburgh. Ia lulus dalam waktu satu tahun.

Selanjutnya pada 2016, ia kembali pulang ke Indonesia dengan gelar MSc.

” 2017 saya jadi dosen Universitas Muhammadiyah Malang. Pada 2018 saya diterima PNS di Politeknik Negeri Malang,” jelas putri pasangan Abdul Rozaq Husni dan Mahmudah tersebut.

Sampai 2021, ia mulai pendidikan S3-nya dengan beasiswa LPDP di Education University of Edinburgh dan mengambil konsentrasi Language Education.

Awal ia belajar di luar negeri, ia merasa begitu menggebu-gebu. Bagaimana tidak, mimpinya sejak SMA telah terwujud.

Mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dengan sistem yang begitu berbeda dengan Indonesia.

”Misalnya transportasi yang terintegrasi, pembayaran yang sudah menggunakan contactless, sebuah pengalaman baru bagi saya dulu,” ungkapnya.

Tidak hanya beradaptasi dengan sistem di UK, ia juga harus beradaptasi dengan musim.

UK yang memiliki empat musim, dan cenderung lebih dingin meski ketika musim semi, musim gugur apalagi musim dingin.

”Winter juga tidak terlalu banyak salju, tapi dingin banget,” ungkapnya.

Terbiasa bermasyarakat dengan kaum mayoritas, kini ia harus menjadi kaum minoritas, baik ras, juga agama.

Karena ia juga termasuk imigran, ia harus membayar asuransi kesehatan yang tidak sedikit, mencapat ratusan juta rupiah.

”Suami saya juga kerja di sini, jadi kita harus bayar tax dengan jumlah yang besar,” ungkapnya.

Edinburgh dipilih karena menjadi salah satu kota dengan pusat pendidikan terkemuka di Inggris.

Memiliki program studi dengan kualitas yang bagus, memiliki kualitas hidup dan fasilitas publik yang bagus.

”Yang paling menarik, menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama, di mana Bahasa Inggris sudah saya kuasai sejak duduk di bangku S1,” singkatnya. (wen/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#skotlandia #Tambakberas #Jombang #united kingdom #santriwati