RADAR JOMBANG - Sabila Hikmah Syafiulia, 24, suka belajar Bahasa Inggris sejak kecil. Belajar bahasanya tidak hanya di bangku sekolah.
Dia mengasah kemampuan bahasa dengan cara mendengarkan musik maupun film berbahasa Inggris.
’’Dari musik dan film saya mendapatkan pencerahan tentang Bahasa Inggris,’’ jelasnya.
Kian dewasa, ia semakin memahami, jika Bahasa Inggris merupakan modal utama untuk belajar di luar negeri.
Dari semua beasiswa, seperti LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), Australian Award, Chevening dan Fullbright.
Semuanya membutuhkan sertifikat bahasa sebagai persyaratan utama.
’’Yang tidak kalah penting adalah rekam jejak akademik yang baik. Beberapa pengalaman jadi relawan dan mengikuti perlombaan juga menjadi nilai plus hingga saya mendapatkan beasiswa LPDP,’’ bebernya.
Ia sudah mendapatkan beasiswa LPDP sejak 2021, tapi baru berangkat Februari 2023.
’’Karena menunggu border (perbatasan) dibuka,’’ ucapnya.
Sembari menunggu, ia diberi kesempatan untuk memperkuat kemampuan berbahasa Inggris di Universitas Negeri Solo.
Ada hal menarik yang tidak akan ia lupakan sebagai penerima beasiswa LPDP.
Pada 3 Desember 2021 saat pengumuman seleksi tahap akhir LPDP, bertepatan dengan ayahnya sakit. Ia bahkan sempat berharap tak ingin lolos.
’’Ayah saya masuk IGD yang ketiga kali, setelah tahu saya menangis karena takut lolos dan akhirnya meninggalkan ayah," imbuhnya.
Namun, Sabila menyebut justru sang ayah yang memberikan semangat untuk lolos.
"Alhamdulillah keinginan ayah saya terwujud, dan di negara yang sesuai dengan pesan terakhir ayah saya,’’ ungkap alumnus SMAN 2 Jombang ini. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW