Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dinyatakan Sehat, Jemaah Haji Terakhir asal Jombang yang Tertinggal di Makkah Akhirnya Dipulangkan

Anggi Fridianto • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 15:27 WIB
ilustrasi jemaah haji asal Jombang sedang berlatih di bawah terik matahari.
ilustrasi jemaah haji asal Jombang sedang berlatih di bawah terik matahari.

JOMBANG – Satu jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang tertinggal di Makkah karena masalah kesehatan akhirnya dipulangkan kemarin (25/8). Saat ini kondisi kesehatannya berangsur membaik setelah menjalani perawatan di RS King Faisal, Makkah, selama dua minggu lebih.

Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir menyampaikan, satu jemaah atas nama Hj Djumdu’ah, 72, dari kloter 77 yang dirawat di RS King Faisal, Makkah telah dipulangkan kemarin.

”Satu jemaah yang tertinggal di Tanah Suci sudah dipulangkan di Indonesia. Jadi, hari ini (kemarin) sudah mendarat di Jakarta dan langsung di observasi di RS Pondok Gede. Nanti kalau sudah dinyatakan sehat akan dibawa ke Surabaya untuk dipulangkan,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Baca Juga: Kabar Dua Jemaah Haji Jombang yang Tertinggal di Makkah: 1 Boleh Pulang, 1 Masih Perawatan

Dijelaskan, warga Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang ini kondisinya sudah membaik. Hasil observasi dokter, kondisinya stabil sehingga sudah layak terbang.

”Jadi kalau memastikan kondisi kesehatannya ini butuh observasi dulu. Namun, yang jelas beliau sudah layak terbang,’’ tambahnya.

Muhajir mengatakan, terkait penyelengaraan haji ke depan, ada beberapa hal yang akan dievaluasi. Misalnya, akan dilakukan manasik haji sepanjang tahun untuk para calon jemaah haji yang masuk dalam waiting list.

Tujuannya, adalah untuk mempersiapkan jemaah haji sedini mungkin. ”Berkaca pada penyelenggaraan haji 2023, kita ingin mempersiapkan calon jemaah haji agar lebih siap,’’ jelas dia.

Pada tahun ini, ia mengaku Kemenag sempat mengalami kendala saat adanya masa perpanjangan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dan kuota tambahan. Untuk itu, ia bakal mengadakan manasik sepanjang tahun.

”Jadi ini sebagai bentuk persiapan seperti kemarin, agar nanti ketika seandainya ada kebijakan seperti kemarin kita sudah siap,’’ jelas dia.

Selain itu, pihaknya akan melakukan persiapan lain seperti persiapan pengurusan paspor, vaksin, dan dokumen administrasi lainnya untuk keperluan jemaah. ”Sehingga nanti jemaah kita lebih siap,’’ jelas dia.

Disinggung soal kuota jemaah haji 2024, Muhajir memprediksi tak berbeda jauh dengan jumlah tahun ini. ”Kuota tahun ini ada 1.198 jemaah, untuk tahun depan kita asumsikan sekitar 1.200 sekian,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#jemaah haji #Jombang #tertinggal di makkah