RADAR JOMBANG - Muchamad Vaisal tak ingin masa mudanya sia-sia. Warga Jombang yang mendapat kesempatan bekerja di Jepang ini, masih tetap aktif berorganisasi di sana. Bahkan, ia sering mengikuti berbagai seminar, lomba, juga majelis-majelis kajian Islam.
Sebagai pekerja pabrik di Hitachinaka Ibaraki Jepang, ia mengikuti kegiatan seperti warga lokal pada umumnya. Bekerja dari Senin sampai Sabtu. Kala libur kerja atau malam Minggu, ia mengikuti rutinan salawatan di masjid Tokyo. ’’Salawatan keliling di masjid-masjid yang ada di Tokyo,’’ kata alumnus SMPN 2 Perak tersebut.
Malam Jumat usai pulang kerja, ia rutinan tahlil secara virtual dengan muslim se-Jepang. Hari Minggu, ia mengisi waktu dengan kegiatan salawatan atau pengajian. ’’Biasanya di gedung-gedung, rumah-rumah dan di masjid,’’ ungkap suami Anggi Mellani ini.
Ia mengaku bersyukur, memiliki komunitas yang positif di Jepang. Sehingga meski berada di negeri yang minoritas muslim, ia tetap bisa mengikuti organisasi Islam di Jepang. Serta tetap salawatan dan pengajian seperti di kampung halaman.
’’Melalui organisasi, saya kenal dengan orang-orang hebat, yang memberi pengalaman banyak. Berkat mengabdi di NU juga, dipertemukan jodoh saya di majelis,’’ ungkap alumnus MAN 10 Jombang yang lahir di Jombang 7 Mei 1998 ini. Dia dan istri sama-sama vokalis grup salawat di Jepang.
Bagi Vaisal, berorganisasi di luar negeri, bersama orang-orang Indonesia, sekaligus mengobati kerinduannya dengan keluarga di Indonesia.
Kecintaan putra pasangan Soleh Suwarno dan Sukantun terhadap NU dibuktikan dengan keaktifannya di berbagai jenjang kepengurusan. Ketua PAC IPNU Perak 2016-2018, pengurus PC IPNU Jombang 2018-2020, dan wakil ketua PC GP Ansor Jepang 2022-2024.
Saat ini, ia juga menjadi wakil ketua Lesbumi PCI NU Jepang 2022-2024. Memiliki kelebihan di bidang suara yang indah, Vaisal tercatat sebagai juara 2 lomba azan tingkat SMP-MTs se-Kabupaten Jombang 2012.
Di Jepang, ia juga juara 1 lomba azan dua kali berturut-turut sejak 2020. Serta juara favorit lomba salawat internasional yang diadakan pengurus masjid di Korea 2021.
’’Di manapun tempat kita tinggal, tidak boleh lelah mencari tempat yang baik. Tetap aktif, dan maksimal dalam organisasi. Serta cari pengalaman sebanyak mungkin,’’ ungkapnya.
Berkarir di Jepang sejak Mei 2019, dia mengaku kagum dengan Jepang. Pelayanan dimanapun sangat sopan. Tidak ada sampah berserakan, termasuk di sungai-sungai kecil. Bahkan tampak indah dengan ikan-ikan hias.
Namun, kala tiba musim dingin, ia harus menyiapkan jaket tebal dan berlapis, sebab suhu sangat dingin. ’’Harga buah dan sayur di sini mahal sekali. Beda jauh dengan di Indonesia,’’ ucapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW