Ada 210 Kasus Kekerasan Anak Tercatat di Jombang, Persetubuhan Paling Banyak

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 15:44 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual (FOTO: Alfian Rizal/Jawa Pos)
Ilustrasi kekerasan seksual (FOTO: Alfian Rizal/Jawa Pos)

RadarJombang.id – Sebanyak 210 kasus kekerasan terhadap anak tercatat di Kabupaten Jombang sepanjang 2025.

Dari berbagai bentuk kekerasan yang ditemukan, kasus persetubuhan terhadap anak masih mendominasi, disusul penelantaran anak.

Data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Jombang menunjukkan, jumlah kasus tersebut turun dibandingkan 2024 yang mencapai 256 kasus.

Baca Juga: Kisah Pilu Gadis Jombang yang Disetubuhi Ayah Tiri Bejat Sejak SD hingga Lulus SMA, Jika Menolak Diancam Dibunuh

Meski menurun, upaya pencegahan dan edukasi terus diperkuat untuk menekan kasus serupa.

“Dari banyaknya kasus, selama ini yang banyak ditemukan didominasi kasus persetubuhan terhadap anak, kemudian disusul persoalan penelantaran anak,” ujar Kepala DPPKB PPPA Jombang Ma’murotus Sa’diyah.

Menurutnya, sosialisasi kepada pelajar menjadi salah satu upaya untuk mencegah kekerasan terhadap anak.

Baca Juga: Pilu! Begini Pengakuan Guru Bejat di Jombang yang Setubuhi Siswinya 13 Kali Usai Ditangkap Polisi

Edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak mampu mengenali bentuk kekerasan, memahami batasan tindakan yang tidak boleh dilakukan terhadap mereka, serta mengetahui cara mencari pertolongan.

“Yang pertama mereka harus menumbuhkan kepedulian. Yang kedua tahu kekerasan itu apa, serta mereka harus tahu batas-batas kekerasan itu seperti apa,” jelasnya.

Ma’murotus menyebut, anak juga perlu mengetahui tempat untuk melapor ketika mengalami atau mengetahui dugaan kekerasan. Sebab, kepedulian saja tidak cukup jika mereka belum memahami langkah yang harus dilakukan.

“Kadang-kadang mereka mau peduli juga tidak mengerti harus ke mana. Kita perlu sosialisasi semacam ini lebih banyak,” tuturnya.

Selain menyasar pelajar melalui sosialisasi, DPPKB PPPA juga memperkuat peran Forum Anak Jombang. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi anak untuk saling berbagi sekaligus membantu menyebarkan edukasi kepada teman sebaya.

“Upaya-upaya ini terus kita lakukan untuk mencegah kekerasan pada anak,” katanya.

Sementara itu, data kasus kekerasan terhadap anak sepanjang 2026 masih dalam proses pemutakhiran sehingga belum dapat disampaikan secara rinci. (yan/naz)

Editor : Achmad RW
kekerasan seksual Jombang 2025