RadarJombang.id – Seorang pria berinisial S, 63, warga Dusun Canggu, Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, diduga menjadi korban begal saat perjalanan pulang dari Pasar Ploso. Korban dianiaya hingga mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di RSUD Ploso.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (5/9) sekitar pukul 02.30 di Jalan Kabupaten ruas Ploso-Sumbergondang, Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso. Saat itu, S berboncengan dengan istrinya, K, usai berbelanja kebutuhan dagangan di Pasar Ploso.
Anak korban, J, mengatakan, berdasarkan cerita ibunya, aksi tersebut terjadi ketika kedua orang tuanya hendak berbelok menuju Dusun Canggu. Korban yang mengendarai motor sempat mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu sein.
Baca Juga: Aksi Begal Bersenjata Tajam di Diwek Berakhir, Pelaku Ditangkap di Rumahnya
"Tapi pas mau belok, kan otomatis nyalakan lampu sein, ngerem, terus ada orang muncul dari sawah, tiba-tiba langsung mukul bapak saya," ujar J saat ditemui, Senin (7/9).
Pelaku diduga hanya satu orang. Pria tersebut disebut membawa kayu dan senjata tajam. Serangan pertama mengenai tangan korban hingga membuatnya terjatuh dari motor.
Namun, setelah korban terjatuh, pelaku disebut masih terus menganiayanya secara bertubi-tubi. Aksi tersebut sempat berhenti ketika ada pengendara lain melintas dan sorot lampunya mengarah ke lokasi.
Baca Juga: Bermodal Palu, Dua Remaja Asal Jombang Ini Jadi Begal Antar Kota, Akhirnya Tertangkap di Nganjuk
"Pertama dipukulkan ke tangannya bapak, terus langsung jatuh. Setelah jatuh, pelaku tetap menyerang bapak saya. Dipukul secara bertubi-tubi," katanya.
Pelaku kemudian kembali menyerang setelah pengendara tersebut meninggalkan lokasi. Istri korban juga terluka ketika berusaha melindungi suaminya. "Ibu saya juga kena. Pas posisi melindungi bapak, katanya merangkul. Jarinya sampai kena pukul dan harus dijahit," terang J.
Korban sempat mendapat pertolongan pertama di rumah warga sebelum dibawa ke RSUD Ploso. Dari pemeriksaan medis, S mengalami luka pada kepala hingga harus mendapat jahitan, luka di pelipis mata kiri, serta patah jari tangan kanan. "Di kepala dijahit, terus di pelipis mata kiri, sama di jari ada yang patah. Jari tangan kanan," ujarnya.
S hingga Senin (7/9) masih menjalani perawatan di RSUD Ploso. Korban juga direncanakan menjalani operasi untuk menangani cedera pada jari tangannya.
Selain menganiaya korban, pelaku diduga membawa kabur sepeda motor Yamaha Vega ZR warna merah tahun 2010 milik korban. Motor yang ditaksir bernilai Rp 3 juta hingga Rp 4 juta itu hingga kini belum ditemukan.
Pelaku juga sempat membawa rombong berisi dagangan korban. Namun, rombong tersebut kemudian ditemukan warga di pinggir sawah sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.
"Rombong yang berisi dagangan itu juga dibawa kabur. Tapi ternyata ditemukan warga pagi harinya di pinggir sawah, sekitar dua kilometer dari lokasi," ungkap J.
Baca Juga: Kasus Begal Payudara di Mojoagung Jombang Berakhir Damai dan Pelaku Dilepas, Ini Alasan Polisi
Keluarga memperkirakan pelaku merupakan pria berusia sekitar 40 tahun. Saat beraksi, pelaku mengenakan baju hitam, celana pendek, dan topi tanpa menggunakan masker.
Keluarga korban telah menyampaikan informasi kejadian tersebut kepada Polsek Ploso dan Polres Jombang. Namun, keluarga memilih belum menempuh proses visum karena masih fokus pada perawatan korban.
Kapolsek Ploso Kompol Achmad Chairuddin membenarkan kejadian tersebut. “Untuk kami sudah mendapat laporannya, dan masih dalam penyelidikan pelakunya,” terangnya. (riz)
Editor : Achmad RW