RadarJombang.id - Kegiatan Agustusan yang semestinya menjadi momen perayaan justru berujung petaka bagi seorang gadis 15 tahun asal Kecamatan Wonosalam, Jombang.
Siswi tingkat SLTP itu diduga menjadi korban rudapaksa seorang pria dewasa yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengannya.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Jombang. Polisi juga telah memeriksa korban dan masih melakukan penyelidikan untuk memburu terduga pelaku.
Baca Juga: Rudapaksa Gadis Difabel di Jombang, Pria 53 Tahun Dituntut 12 Tahun Penjara
HK, seorang saksi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 20.30. Saat itu, korban tengah menjadi panitia kegiatan Agustusan di desanya.
"Korban masih anak-anak, siswi SMP, sementara pelakunya sudah dewasa dan sebenarnya masih saudara juga," terang HK.
Menurut dia, korban awalnya diminta mengantarkan EW, 33, mengambil sepeda motor di desa sebelah. Karena pelaku masih memiliki hubungan keluarga, korban pun bersedia mengantarkannya.
Baca Juga: Rudapaksa Gadis Penjaga Angkringan, Tiga Pria Jombang Dituntut 6 Hingga 10 Tahun Penjara
"Jadi korban ini diminta mengantar pelaku mengambil motor di desa sebelah. Korban mengantar saja karena dia kan juga masih saudara," lanjutnya.
Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi petaka. Saat melintas di kawasan kebun, pelaku disebut menghentikan sepeda motor dengan alasan kehabisan bahan bakar.
"Setelah itu, korban dipaksa pelaku ke sebuah gubuk di tengah tegal dan kemudian diperkosa," imbuh HK.
Usai melakukan perbuatan tersebut, pelaku diduga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kepada siapa pun. Korban bahkan disebut mendapat ancaman pembunuhan.
"Menurut korban dia diancam dibunuh, sehingga korban ketakutan," ungkapnya.
Peristiwa tersebut membuat korban mengalami trauma. HK menyebut korban menjadi sering menangis dan ketakutan ketika bertemu orang lain di luar keluarganya.
"Kasihan sekali korbannya, trauma," katanya.
Kasus tersebut akhirnya terbongkar setelah korban pulang ke rumah dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang ayah.
Orang tua korban kemudian melaporkan dugaan pemerkosaan tersebut kepada kepolisian.
"Sudah dilaporkan ke polisi, kami berharap pelaku dapat segera dibekuk dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkas HK.
Baca Juga: Videonya Sempat Beredar, Korban Rudapaksa di Jombang Alami Trauma Berat dan Enggan Bersekolah
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap korban.
"Jadi benar, korban melalui keluarganya sudah melapor, dan pemeriksaan kepada korban juga sudah dilakukan," terang Magribi.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu terduga pelaku.
"Untuk pelaku masih dalam lidik," pungkasnya.
Editor : Achmad RW