JOMBANG – Niat mencari pekerjaan justru berujung petaka bagi Zidan Alghifari, 18, warga Ploso, Jombang. Sepeda motor miliknya dibawa kabur pria yang mengaku menawarkan pekerjaan sebagai kernet truk saat keduanya bertemu, bawah Flyover Peterongan, Kecamatan Peterongan, Jombang pada Rabu (1/7) malam.
Korban menceritakan, peristiwa itu berawal ketika dirinya mencari informasi lowongan pekerjaan melalui Facebook. Saat aktif berkomentar di salah satu unggahan lowongan kerja, ia dihubungi akun bernama Alga Prakoso yang menawarkan pekerjaan sebagai kernet truk pengangkut muatan dari sebuah perusahaan.
"Dia inbox saya nawarin kerja jadi kernet truk. Katanya tugasnya nemenin sopir di jalan sekaligus bantu-bantu muatan. Saya memang lagi cari kerja, jadi saya tertarik," ujar Zidan kepada wartawan, Kamis (2/7).
Percakapan kemudian berlanjut melalui WhatsApp. Keduanya sempat dua kali berencana bertemu, masing-masing di Terminal Jombang dan Jogoroto. Namun, kedua rencana itu batal karena waktu yang sudah terlalu malam dan lokasi yang dinilai terlalu jauh dari rumah korban.
Mereka akhirnya sepakat bertemu di YK Coffee, tepat di bawah Flyover Peterongan. Saat itu Zidan datang bersama seorang temannya yang juga berminat mengikuti pekerjaan tersebut. Mereka berangkat berboncengan menggunakan sepeda motor Suzuki Nex tahun 2013 warna oranye milik Zidan.
Selama hampir satu jam, pria tersebut menjelaskan pekerjaan yang ditawarkan. Ia meyakinkan korban jika pekerjaan sebagai kernet truk bisa langsung dimulai keesokan harinya dengan syarat hanya menyerahkan fotokopi KTP. Korban juga dijanjikan upah yang cukup menarik.
"Dia bilang besok sudah bisa ikut kerja. Syaratnya cuma fotokopi KTP, terus sekali berangkat dibayar Rp250 ribu," katanya.
Meski sudah cukup lama berbincang, Zidan mengaku tidak pernah mengetahui identitas asli pria tersebut. Nama yang digunakan di Facebook diduga palsu, sementara pengakuannya mengenai asal daerah juga berubah-ubah. "Kalau ditanya rumahnya jawabannya selalu beda. Katanya orang Peterongan, terus tinggal di Jogoroto sama istrinya. Pemilik warung juga sempat tanya, dia malah ngaku orang Pare," ungkapnya.
Baca Juga: Janda di Jombang Tertipu Kenalan di Facebook, Motor Beat Rp 15 Juta Raib Dibawa Kabur
Usai berdiskusi, Zidan sempat meninggalkan warung untuk membeli makanan. Saat kembali, pria tersebut mengaku hendak menjemput rekannya yang sedang berada di dekat truk. Sebelum meminjam motor, pelaku sempat berpura-pura menerima telepon sehingga membuat alasannya terdengar sangat meyakinkan. "Dia bilang mau jemput temannya di truk yang parkir dekat situ. Saya sempat curiga, tapi teman saya bilang mungkin aman karena tasnya ditinggal di warung," tutur Zidan.
Tanpa menaruh curiga, Zidan menyerahkan kunci motornya. Namun, pria tersebut tidak kunjung kembali. Telepon dan pesan WhatsApp korban juga tidak pernah direspons. Saat tas yang ditinggalkan diperiksa, ternyata isinya sudah kosong. "Pas tasnya dibuka ternyata kosong. Dari situ saya baru sadar kalau saya ditipu," katanya.
Suasana di warung pun sempat heboh. Pemilik warung kemudian mengantar Zidan ke Polsek terdekat untuk melaporkan kejadian tersebut. “Namun laporan belum dapat diproses karena kekurangan dokumen, jadi nanti belum tahu apakah laporan dilanjut atau bagaimana,” imbuhnya.
Setelah kembali ke warung, Zidan akhirnya menumpang ojek online menuju rumah temannya di Kecamatan Tembelang dengan uang Rp50 ribu yang dipinjamkan salah seorang rekannya. Ia baru tiba di rumahnya di Kecamatan Ploso Kamis (2/7) sekitar pukul 01.00,
Korban menyebut pelaku memiliki ciri-ciri mengenakan topi dan hoodie, bertato di bagian kaki, memiliki bekas tindik di telinga, gigi depan bagian tengah sedikit bolong, serta berbicara dengan sangat cepat. “Saya sempat foto orangnya, namun memang tidak terlalu jelas.
Motor yang dibawa kabur pelaku merupakan Suzuki Nex tahun 2013 berwarna oranye bernomor polisi S 4630 ZH. Kendaraan tersebut memiliki ciri khusus berupa lampu depan yang sudah tidak menyala. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto