JOMBANG – Warga Desa/Kecamatan Peterongan setahun terakhir 16 kali menghubungi call center bebas pulsa 110 untuk lapor polisi. ’’Paling banyak lapor tawuran,’’ kata Kepala Desa Peterongan, Ali Muzaki. Yang tawuran itu rata-rata pesilat dari luar Jombang.
Bambang, warga setempat, mengaku tiga kali lapor 110. ’’Pertama saat ada tawuran antar perguruan silat di jalan,’’ terangnya. Kedua, saat ada konvoi pesilat yang melempar bondet ke arah warga. ’’Saat kita datangi ternyata mereka bawa pedang, akhirnya kita lapor 110,’’ ungkapnya.
Ketiga, saat ada konvoi besar pesilat merampas atribut pesilat perguruan lain yang jumlahnya lebih sedikit. ’’Yang merampas orang banyak, sedangkan kelompok yang dirampas hanya empat orang,’’ ucapnya.
Desa Peterongan memiliki empat Dusun, lima RW dan 31 RT. Serta 30 pos Satkamling. Satu pos dilengkapi wifi dari warga. Semua pos dipasangi banner 110.
Baca Juga: Lapor Pencurian Pisang ke 110? Polisi Tetap Datang, Desa Mojokrapak Jadi Contohnya
’’Jumlah CCTV menghadap ke jalan di Desa Peterongan 100 lebih, di Dusun Pajaran saja 25,’’ kata Ali Muzaki.
’’Ada masalah apapun terkait keamanan dan ketertiban masyarakat bisa dilaporkan
110,’’ pesan Kasat Binmas Polres Jombang, AKP Pranan Edi. Lokasi yang dipasangi CCTV bisa diberi tulisan agar orang luar mengurungkan niat jahatnya.
Penilaian dihadiri Kapolsek Peterongan, AKP Hidayaturrachman, Paur Subbagbinops Bagops, Aiptu Tri Iswahyudi dan PS Paurmin Bagops, Aiptu M Ali Solahudin.
(jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto