JOMBANG – Dugaan penganiayaan terhadap CH, 47, wanita berkebutuhan khusus asal Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, terungkap dari kesaksian tetangga kos korban. Sebelum meninggal dunia, korban diduga berulang kali dianiaya oleh kakak kandungnya sendiri.
Peristiwa itu terjadi Jumat (12/6) pagi. Tetangga korban, Ayu Syarifah Wulandari, 26, mengaku sempat mendengar keributan dari dalam kamar yang ditempati kakak beradik tersebut. Menurutnya, korban sebelumnya sempat rewel dan meminta kakaknya, S, tidak berangkat bekerja.
"Korban sempat keluar masuk kamar, terus marah-marah. Sampai diseret dan bajunya ditelanjangi. Alasannya karena makan satu kilogram bumbu pecel, tapi warga di sini tidak percaya," ujarnya, Minggu (14/6).
Ayu menuturkan, tidak lama kemudian korban diduga dipukul menggunakan tangan kosong. Saat dirinya melihat dari jendela kamar, tubuh korban sudah tampak mengalami memar.
"Setelah dipukuli pakai tangan, dari jendela kelihatan badannya sudah memar," katanya.
Baca Juga: Makam Wanita Autis di Jombang Dibongkar Polisi, Terungkap Dugaan Penganiayaan oleh Kakak Kandung
Menurut Ayu, kekerasan terhadap korban tidak berhenti di situ. S diduga kembali memukul adik kandungnya menggunakan tongkat sapu hingga patah, ulekan, bahkan membenturkan tubuh korban ke tembok.
"Dari situ tidak ada habisnya mukulnya. Pakai tongkat sapu sampai patah, pakai ulekan, dibenturkan ke dinding dan dicelupkan ke kamar mandi juga," ungkapnya.
Suasana rumah kos kemudian mendadak hening. Tak lama berselang, S keluar sambil menangis dan meminta bantuan tetangga dengan alasan adiknya terjatuh di kamar mandi. Namun ketika warga masuk ke dalam kamar, CH sudah meninggal dunia.
"Katanya jatuh di kamar mandi. Tapi tangan dan kaki korban bengkak semua, telinganya robek dan berdarah, mata lebam, ada bekas cekikan juga," jelas Ayu.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan adanya keterangan dari sejumlah saksi yang mengarah pada dugaan penganiayaan berat terhadap korban.
"Berdasarkan keterangan saksi memang ada penganiayaan dan sudah berulang kali, baik menggunakan tangan, sapu maupun korban dibenturkan ke tembok. Warga mendengar dan melihat itu," terangnya, Senin (15/6).
Polisi juga telah mengamankan S usai pelaksanaan ekshumasi dan olah TKP ulang di rumah kos korban. "Untuk kakak korban sudah diamankan, namun pemeriksaan belum maksimal karena yang bersangkutan lebih banyak diam dan tidak menjawab ketika diperiksa," pungkasnya. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto