JOMBANG – Fakta menyentuh terungkap dari kasus penemuan mayat di kebun jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengirim pesan terakhir kepada ayah, kerabat, dan temannya.
Korban yang diidentifikasi sebagai BGM, 25, diketahui mengirim sejumlah pesan bernada perpisahan pada Minggu (12/4) siang, tak lama sebelum keberadaannya hilang.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengungkapkan, korban sempat mengirim pesan suara kepada ayahnya sekitar pukul 14.26.
“Korban mengirim voicenote berisi ucapan terima kasih kepada ayahnya. Namun saat dibalas, pesan sudah tidak terkirim,” ujarnya.
Selain itu, korban juga mengirim pesan kepada tantenya, berisi permintaan maaf.
Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan belum bisa menjadi pribadi yang sempurna.
“Korban juga sempat mengirim pesan ke tantenya, intinya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf,” terangnya.
Tak hanya itu, kepada salah satu temannya, korban juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan bekerja yang pernah didapatkannya.
“Pesan ke temannya berisi ucapan terima kasih karena sudah diberi kesempatan bekerja,” lanjutnya.
Seluruh pesan tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengungkap latar belakang peristiwa yang dialami korban.
“Kami masih mendalami semua keterangan, termasuk pesan-pesan terakhir korban,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, korban ditemukan dalam kondisi membusuk di kebun jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Senin (20/4) pagi oleh warga yang sedang mencari rumput.
Saat ditemukan, jasad itu sudah dalam kondisi membusuk meskipun masih mengenakan pakaian lengkap.
Polisi juga menemukan sebuah handphone di kantong celana korban yang kini juga masih didalami. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto