JOMBANG – Hasil autopsi mengungkap fakta baru di balik kematian pria yang ditemukan membusuk di kebun jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam. Korban diduga kuat meninggal akibat luka tusuk di tubuhnya.
Korban yang diidentifikasi sebagai BGM, 25, ditemukan dalam kondisi membusuk pada Senin (20/4) pagi. Polisi sebelumnya telah melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, dari hasil pemeriksaan forensik ditemukan sejumlah luka serius.
“Ada luka tusuk pada dada kiri atas dan perut kanan bawah. Selain itu juga terdapat luka memar di bahu kiri serta resapan darah di kepala sisi kanan dan sekitar tulang mata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, luka-luka tersebut menjadi fokus pendalaman untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.
“Apakah luka tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian, masih kami dalami dengan hasil autopsi secara menyeluruh,” terangnya.
Baca Juga: Berawal Cemburu Cinta Segitiga, Polisi Beber Motif Pelaku Pembunuh Mayat di Megaluh Jombang
Selain luka tusuk, kondisi jenazah juga sudah mengalami pembusukan lanjut. Bahkan saat ditemukan, sebagian tulang korban sudah mulai terlihat.
Polisi juga menemukan sebilah pisau di lokasi kejadian perkara (TKP). Pisau tersebut diketahui dibeli korban sehari sebelum ditemukan tewas.
“Pisau ditemukan di TKP dan dari hasil penyelidikan diketahui dibeli korban sendiri di toko modern,” jelasnya.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan apakah peristiwa ini merupakan tindak pidana atau tidak. Seluruh temuan masih dalam proses analisis.
“Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut dengan mengaitkan hasil autopsi, barang bukti, dan keterangan saksi,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, jasad korban ditemukan oleh pencari rumput di kebun jagung Dusun Babatan, Senin (20/4) lalu sekitar pukul 08.45.
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membusuk dan masih mengenakan pakaian lengkap. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto