Radarjombang.id - polisi terus mendalami kasus penemuan mayat pria membusuk di kebun jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Senin (20/4). Hingga kini identitas korban belum terungkap. Polisi juga menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, jenazah yang ditemukan Senin (20/4) itu sebelumnya telah diautopsi. Namun hingga Selasa (21/4), hasil pemeriksaan forensik masih belum keluar. “Otopsi sudah dilakukan, saat ini masih dalam proses oleh dokter forensik. Kami masih menunggu hasilnya untuk mengetahui penyebab kematian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses identifikasi melalui sidik jari tidak dapat dilakukan karena kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut. ”Untuk identifikasi sidik jari belum bisa dilaksanakan karena kondisi jenazah sudah rusak akibat pembusukan, sehingga tidak bisa dikenali,” terangnya.
Baca Juga: Mayat Membusuk di Kebun Jagung Wonosalam Ternyata Laki-laki, Polisi Temukan Handphone di Saku Korban
Sebagai langkah lanjutan, polisi berencana melakukan tes DNA guna memastikan identitas korban. Upaya ini dilakukan setelah muncul dugaan keterkaitan dengan laporan orang hilang di wilayah Mojokerto. ”Ada informasi orang hilang di wilayah Polsek Puri, Mojokerto, dan kami sudah mengambil sampel darah dari pihak yang diduga keluarga untuk pembanding,” lanjutnya.
Dari keterangan sementara, keluarga yang mengaku sebagai pihak korban menyebut pakaian yang melekat pada korban sesuai dengan milik anggota keluarganya. Namun polisi masih membutuhkan pembuktian ilmiah. ”Keluarga memang meyakini dari pakaian yang dikenakan korban, tapi kami harus memastikan secara sains melalui tes DNA,” tegasnya.
Baca Juga: Geger! Ditemukan Mayat Membusuk di Kebun Jagung Wonosalam Jombang
Sementara itu, barang bukti berupa handphone milik korban juga telah diamankan. Namun hingga kini belum dapat diakses karena dalam kondisi terkunci. ”Handphone korban masih menyala, tapi terkunci. Kami sudah menanyakan ke pihak keluarga terkait password, namun belum ada yang mengetahui,” jelasnya.
Polisi juga mendalami kronologi orang hilang yang dilaporkan di Mojokerto. Dari laporan tersebut, korban disebut telah pergi dari rumah sekitar sepekan lalu, dengan komunikasi terakhir dengan ayahnya terjadi pada siang hari. ”Laporan orang hilang itu sekitar seminggu lalu, terakhir komunikasi dengan ayahnya sekitar pukul 11.00 siang,” ungkapnya.
Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan orang yang dilaporkan hilang atau bukan. ”Kami masih mendalami, apakah identitas korban ini sesuai dengan laporan orang hilang atau berbeda. Semua masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto