Radarjombang.id – Penemuan mayat membusuk di kebun jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Senin (20/4), mulai menemui titik terang. Polisi memastikan korban berjenis kelamin laki-laki, meski identitasnya masih misterius.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, jenazah ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di area lahan jagung yang berjarak sekitar 20 hingga 30 meter dari jalan raya.
“Ditemukan satu jenazah laki-laki, namun identitasnya belum diketahui. Saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar jenazah untuk dilakukan autopsi dan proses identifikasi,” ujarnya.
Baca Juga: Geger! Ditemukan Mayat Membusuk di Kebun Jagung Wonosalam Jombang
Ia menjelaskan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut. Secara visual, tubuh korban bahkan sudah menunjukkan bagian tulang yang mulai terlihat.
“Sudah ada tanda-tanda pembusukan lebih dari satu hari. Bahkan sudah ada belatung dan tulang mulai nampak,” terangnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi menemukan sebuah handphone di dalam saku korban. Namun, belum ditemukan benda mencurigakan lain maupun kendaraan di sekitar lokasi.
“Di TKP sementara ini baru ditemukan handphone di saku korban. Kendaraan juga belum ditemukan di lokasi,” lanjutnya.
Korban saat ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap berupa kaus, celana panjang, jaket, dan sepatu. Meski begitu, kondisi tubuh yang sudah rusak membuat ciri-ciri fisik sulit dikenali lebih detail.
Terkait dugaan adanya unsur kekerasan atau indikasi pembunuhan, polisi belum dapat memastikan dan masih menunggu hasil autopsi.
Baca Juga: Peduli, RSUD Jombang Gelar Edukasi PKRS Bersama Komunitas Stroke Smile
“Untuk ada atau tidaknya kekerasan fisik masih kami dalami. Penyebab kematian akan kami sampaikan setelah hasil autopsi keluar,” tegasnya.
Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk pengumpulan barang bukti di lokasi dan upaya mengungkap identitas korban. Proses pendampingan jenazah di kamar mayat juga melibatkan pihak desa dan kepolisian setempat.
“Masih berlangsung penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto