JOMBANG – Indikasi tindak pembunuhan dalam kasus penemuan jasad pria di aliran sungai Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, semakin menguat.
Selain ditemukan dengan luka di leher dan kepala, barang milik korban berupa sepeda motor dan handphone dilaporkan hilang.
Korban diketahui bernama AS, 32, warga Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Fakta hilangnya barang pribadi korban menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan.
Dugaan sementara, korban tidak hanya meninggal akibat luka, namun juga berkaitan dengan tindak kejahatan.
Dari penelusuran di kampung halaman korban, diketahui Anang sudah tidak pulang sejak Jumat malam. Keluarga mulai curiga setelah tidak bisa menghubungi korban karena ponselnya tidak aktif.
Kepala Dusun Bogem Utara Aris Setyo Basuki mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari kepolisian terkait adanya warga Bogem yang ditemukan meninggal di wilayah Jombang.
Baca Juga: Jasad Pria Leher Tergorok di Turipinggir Jombang Teridentifikasi Warga Kediri, Ini Sosoknya
“Saya diminta Pak Kades untuk memastikan ke keluarga, dan benar itu AS warga Bogem Utara,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Proses identifikasi kemudian dilakukan setelah keluarga menerima potongan gambar dari kepolisian. Keluarga akhirnya memastikan identitas korban saat melihat langsung di rumah sakit.
“Setelah dilihat langsung, keluarga meyakini itu korban dari ciri-ciri fisik yang dikenali,” imbuhnya.
Sementara itu, kondisi jasad saat ditemukan juga memperkuat dugaan adanya kekerasan.
Sebelumnya, korban ditemukan dalam keadaan tengkurap, tanpa busana dan hanya mengenakan celana dalam, tersangkut di cor pembatas aliran Saluran Induk Mrican Kanan, Dusun Paras, Minggu (12/4) siang. Pada tubuh korban terdapat luka di bagian leher yang menyerupai bekas gorokan.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyatakan, pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana.
Polisi juga menelusuri keberadaan barang milik korban yang hilang. “Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan bukti dan mendalami kemungkinan tindak pidana,” ujarnya.
Sebelumnya, korban sempat ditemukan tanpa identitas dan diduga bukan warga Jombang.
Polisi juga membuka kemungkinan jasad korban terbawa arus Sungai Mrican dari wilayah lain sebelum akhirnya tersangkut di lokasi penemuan di Megaluh. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto