RadarJombang.id – Identitas jasad pria tanpa busana dengan luka di leher yang ditemukan di aliran sungai Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama AS, 32, warga Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Kepastian identitas korban dibenarkan Kapolsek Gurah Iptu Ardian Wahyudi. “Iya betul, korban warga Gurah,” ujarnya seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Kediri.
Baca Juga: Jasad Pria di Sungai Megaluh Diduga Bukan Warga Jombang, Polisi Telusuri Asal Korban
Kendati demikian, Iptu Ardian menyebut hingga kini kasus itu masih ditangani Polres Jombang.
Terungkapnya identitas tersebut sekaligus menjawab misteri jasad yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas atau Mr X.
Polisi kini masih mendalami penyebab kematian korban yang ditemukan dengan luka gorok di bagian leher.
Baca Juga: Polisi Temukan Luka di Tubuh Jasad Pria Tanpa Busana di Turipinggir Jombang, Ini Rinciannya
Dari informasi yang dihimpun, jasad korban ditemukan warga dalam kondisi tengkurap dan tersangkut di cor pembatas aliran Sekunder Turi Baru, Dusun Paras, Minggu (12/4) siang.
Kepala Dusun Paras Johan Dwi Santoso mengatakan, korban pertama kali ditemukan petani setempat.
“Posisinya tengkurap dan tersangkut di cor sungai,” ujarnya.
Saat ditemukan, korban tanpa busana dan hanya mengenakan celana dalam.
Di bagian leher terlihat luka menganga yang diduga akibat benda tajam.
“Ada luka seperti digorok di lehernya, tapi pastinya masih dalam penyelidikan,” imbuh Johan.
Petugas dari Polsek Megaluh yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD Jombang untuk proses autopsi.
Dugaan awal mengarah pada adanya unsur kekerasan, namun kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyebut, pihaknya juga mendalami kemungkinan jasad korban terbawa arus sungai dari wilayah lain.
Baca Juga: Geger, Warga Tebel Jombang Temukan Jasad Pria Bersimbah Darah di Penampungan Tebu
Mengingat, aliran Sungai Mrican terhubung hingga wilayah Kediri.
“Kalau kita lihat aliran sungai ini cukup panjang sampai ke Kediri. Ada kemungkinan korban terbawa arus dan tersangkut saat debit air menyusut,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat sebelum penemuan, debit air sungai sempat tinggi sejak malam hingga pagi hari.
Kondisi itu memungkinkan jasad korban hanyut dari lokasi lain sebelum akhirnya tersangkut di bangunan pembatas sungai.
“Air sempat tinggi, kemudian menyusut dan korban tersangkut di balok beton,” jelasnya.
Sebelumnya, korban sempat tidak dikenali warga sekitar dan diduga bukan warga Jombang.
Polisi juga menyebut kemungkinan jasad terbawa arus Sungai Mrican sebelum akhirnya ditemukan di Dusun Paras. (riz)
Editor : Achmad RW