Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Siap-Siap Dijemput, Polisi Kantongi Nama Puluhan Pendekar Onar Usai HBH PSHT di Jombang

Achmad RW • Selasa, 7 April 2026 | 12:42 WIB
Polisi mengantongi nama puluhan pesilat yang diduga terlibat bentrokan usai halal bihalal PSHT di Kecamatan Kabuh, Minggu (5/4) sore.
Polisi mengantongi nama puluhan pesilat yang diduga terlibat bentrokan usai halal bihalal PSHT di Kecamatan Kabuh, Minggu (5/4) sore.

 
Radarjombang.id – Polisi mengantongi nama puluhan pesilat yang diduga terlibat bentrokan usai halal bihalal PSHT di Kecamatan Kabuh, Minggu (5/4) sore. Dua orang dari perguruan berbeda dilaporkan menjadi korban penganiayaan.

Kegiatan halal bihalal itu digelar PSHT ranting Tanjungwadung. “Harusnya pesertanya lokal saja, tapi saat itu ada penggembira dari berbagai daerah yang datang,” ujar Kasatreskrim Polres Jombang.

Acara berakhir sekitar pukul 16.00. Namun setelah bubar, rombongan justru melakukan konvoi dari wilayah Kabuh menuju arah kota dengan membawa dan mengibarkan bendera masing-masing perguruan.

Konvoi yang melibatkan massa cukup banyak itu melintas di jalur umum hingga memicu gesekan. Di tengah perjalanan, rombongan bertemu kelompok dari perguruan lain, IKSPI, hingga akhirnya pecah bentrokan.

Bentrok terjadi di sejumlah titik, di antaranya di Dusun Mojosongo, Desa Balongbiru, Kecamatan Diwek, serta di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek. Dua orang kemudian melapor ke polisi sebagai korban penganiayaan, masing-masing satu dari PSHT dan satu dari IKSPI.

Baca Juga: Bikin Geram! Gerombolan Pesilat Bikin Onar di Jombang, Mendadak Serang Warga dan Pengguna Jalan

Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. “Ada sekitar 30 orang yang sudah kami kantongi identitasnya, akan kami jemput satu per satu,” katanya.

Selain itu, kendaraan yang digunakan saat konvoi juga tak luput dari penindakan. Polisi memastikan seluruh kendaraan yang terlibat akan dikenai penilangan.

Ia menegaskan, kejadian ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk masing-masing perguruan. Aktivitas yang seharusnya berjalan tertib justru memicu gangguan kamtibmas. “Kami tidak anti, tapi ini tanggung jawab menjaga kondusifitas dan ketertiban,” ujarnya.
Kasus ini masih dalam penanganan. Polisi memastikan proses hukum akan berlanjut seiring adanya korban dalam peristiwa tersebut. “Awalnya bisa tipiring, tapi karena sudah ada korban, akan kami proses lebih lanjut,” pungkasnya. (riz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#bikin onar #Jombang #polres jombang #pesilat