Radarjombang.id - Konvoi rombongan pesilat yang melintas di Jombang, Minggu (5/4) sore, berujung ricuh. Aksi tersebut memicu bentrokan di sejumlah titik, mulai Tembelang hingga Diwek. Bebeberapa orang dikabarkan mengalami luka-luka cukup serius. Tiga orang berhasil diamankan. Polisi masih memburu para pelaku.
Data yang dihimpun, kericuhan terjadi sejak sekitar pukul 16.00. Saat itu rombongan pesilat menggelar konvoi di jalan jalan provinsi Jombang–Ploso. Sepanjang perjalanan, iring-iringan kendaraan yang mengarah ke selatan memenuhi ruas dan meneror para pengguna jalan. Warga yang geram berusaha membubarkan konvoi hingga memicu bentrok. Bentrok pertama pecah di jalan provinsi Jombang–Ploso, tepatnya di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, tak jauh dari exit tol. ”Di Pesantren sempat bentrok dengan masyarakat, setempat,” kata Kapolsek Tembelang AKP Fadhilah, Senin (6/4).
Bentrokan yang berlangsung singkat mengakibatkan sejumlah warga terluka. Rombongan pesilat kemudian melarikan diri ke arah kota. ”Ada korban luka ringan saja informasinya, tapi tidak melapor," imbuhnya.
Kericuhan kemudian bergeser ke Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang. Meski sempat memanas, benturan fisik berhasil dihindari. Aksi serupa juga terjadi di simpang tiga Dusun Pulo Kalimalang, Desa Pulolor, Kecamatan Jombang. Hal itu dipicu aksi rombongan pesilat menyerang pengendara lain. ”Sekitar pukul 17.03, mereka tawuran di pertigaan Kalimalang situ, setelah itu lari,” ungkap Ahmad, warga Pulolor.
Insiden bentrokan lain pecah di Kecamatan Diwek, masing-masing di Desa Jatipelem dan Dusun Mojosongo, Desa Balongbesuk. ”Kejadiannya Minggu sore, sekitar pukul 17.00 dan dua tempat itu hampir bersamaan,” terang Kapolsek Diwek AKP Darul Huda.
Polisi yang sudah bersiaga langsung membubarkan rombongan pesilat tersebut. Rombongan diketahui baru saja mengikuti kegiatan halalbihalal di Kecamatan Kabuh. Usai acara, mereka konvoi menuju arah Jombang. ”Mereka habis bubaran dari Kabuh, lalu konvoi pulang. Ada yang dari Kediri dan Nganjuk,” ujar Kasat Samapta Polres Jombang AKP Arip.
Merespons kericuhan itu, polisi langsung melakukan penyekatan dan patroli di sejumlah jalur rawan. ”Kami lakukan penyekatan dan patroli untuk mencegah meluasnya kerumunan,” ucap Arip.
Hasilnya, tiga orang berhasil diamankan di Jalan Raya Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang. Ketiganya beserta sepeda motor langsung dibawa ke Mapolres Jombang. ”Ada tiga orang yang diamankan, berikut motornya. Sudah diserahkan ke Reskrim,” katanya. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto