Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Temuan Mayat Ibu dan Anak di Bekas Asrama Polisi Ploso Jombang Masih Misterius, Ini Kata Polisi

Achmad RW • Selasa, 10 Maret 2026 | 03:30 WIB

 

ugaan dua jenazah perempuan yang ditemukan di lubang bekas asrama polisi terbengkalai Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, merupakan ibu dan anak, masih belum dapat dipastikan.
ugaan dua jenazah perempuan yang ditemukan di lubang bekas asrama polisi terbengkalai Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, merupakan ibu dan anak, masih belum dapat dipastikan.

JOMBANG - Hampir dua pekan sejak penemuan jasad SK, 35, dan anaknya NC, 6, di di puing bangunan bekas asrama polisi di Kecamatan Ploso, penyebab kematian keduanya masih misterius. Polres Jombang menegaskan, kepastian baru bisa diperoleh setelah hasil pemeriksaan laboratorium forensik keluar.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah kasus ini merupakan bunuh diri atau pembunuhan. ”Untuk secara CSI, belum bisa dipastikan penyebabnya apa, apakah bunuh diri atau pembunuhan, kita masih menanti hasil lab,” terangnya.

Polisi sudah memeriksa belasan saksi. Namun, hasil uji laboratorium disebut sebagai kunci pengungkapan. ”Apakah cairan yang ada di dalam tubuh korban adalah cairan yang sama dengan cairan pembersih lantai yang ditemukan di lokasi atau tidak,” tegas Dimas.

Sejumlah sampel dikirim untuk diuji, mulai organ dalam korban, pakaian, hingga cairan BBM yang ditemukan di lokasi. ”Kita masih menunggu, nanti kalau sudah ada hasil tentu akan kita umumkan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, dua jasad perempuan ditemukan warga di puing bangunan bekas asrama polisi terbengkalai di Dusun Rejoagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Rabu (25/2). Saat ditemukan, tubuh korban mengalami luka bakar.

Barang bukti yang diamankan di lokasi antara lain sepeda motor Yamaha Vega AG 5053 WO, kunci kontak, botol berisi Pertalite, cairan pembersih lantai, korek api, serta pakaian dan sandal korban. Penelusuran kendaraan mengarah pada laporan orang hilang di Nganjuk.

Identitas korban kemudian dipastikan sebagai SK dan anaknya NC, warga Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Hasil otopsi sementara menunjukkan korban meninggal 48–120 jam sebelum ditemukan. Penyebab kematian adalah mati lemas akibat menghirup asap dan luka bakar, dengan indikasi paparan zat kimia kuat. Polisi menegaskan tidak ada bekas luka kekerasan pada tubuh korban. (riz/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#mayat #ibu dan anak #Jombang #satreskrim polres jombang #Kecamatan Ploso