RadarJombang.id - Dua remaja di bawah umur digerebek warga sedang bersetubuh di sebuah makam di Kecamatan Kabuh, Jombang.
Korbannya diketahui merupakan anak kepala desa setempat, kasusnya kini juga berujung proses hukum.
"Jadi penggerebekannya itu berlangsung pada Sabtu (17/1) lalu, setelah isya pokok ya itu," terang N, sumber terpercaya di Kecamatan Kabuh kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dua remaja itu, tertangkap basah sedang melakukan adegan dewasa di areal pemakaman di desa setempat. Akibat perbuatannya itu, mereka pun akhirnya digelandang ke rumah kepala desa.
"Setelah itu warga tahu kalau si perempuan atau korbannya ini anak pak kades sendiri, yang laki-lakinya itu pacarnya," lanjutnya.
Sumber juga menyebut pelaku dan korban juga sama-sama anak di bawah umur. Pelaku atau si laki-laki berusia 14 tahun, sementara si perempuan alias korban masih berusia 13 tahun.
"Sama-sama masih SMP, satu kelas 2 satu kelas 1," imbuhnya.
Saat diamankan di rumah kades itulah, pelaku sempat mendapatkan aksi kekerasan dari pihak keluarga korban yang geram. Terlebih, pelaku mengaku sudah beberapa kali melakukan perbuatan serupa dengan korban.
"Pengakuannya sudah lebih dari sekali dan di lokasi dan cara yang sama," tambahnya.
Malam itu juga, pelaku sempat dibawa ke rumah orang tuanya hingga akhirnya digelandang ke Polres Jombang untuk diproses lebih lanjut.
"Sudah langsung dibawa ke Polres Jombang, diproses, tapi setelah itu bagaimana saya kurang tahu lagi," imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan kejadian tersebut.
"Jadi benar, dari pihak korban atau pihak perempuan, sudah melapor memang soal persetubuhan terhadap anak," terangnya (20/1).
Dimas juga memastikan, hingga kini kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. "Untuk proses hukumnya masih lidik, masih pemeriksaan," pungkasnya. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto