Radarjombang.id – Kasat Binmas Polres Jombang, AKP Pranan Edi, meminta masyarakat tidak coba-coba narkoba. ’’Sekali mencoba meskipun sedikit pasti ketagihan. Jika sudah ketagihan, akan melakukan apapun untuk mendapatkan,’’ katanya saat tablig anti narkoba di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Puri Semanding, Plandaan, Senin (1/12).
Inilah sebabnya banyak siswa putus sekolah karena narkoba. Juga banyak anak menganiaya orang tuanya gara-gara narkoba. ’’Kita harus waspada karena narkoba ada dimana-mana,’’ ucapnya.
Tahun ini, di Plandaan ada satu kasus dengan satu tersangka dan barang bukti 2,4 gram sabu-sabu.
KH Nurhadi (Mbah Bolong) cerita, narkoba merupakan induknya dosa. ’’Dulu ada ahli ibadah namanya Barseso. Santrinya 60 ribu bisa terbang semua. Suatu ketika dia ditipu iblis sehingga menenggak minuman keras. Setelah mabuk, dia zina kemudian membunuh,’’ urainya.
Ini menunjukkan, narkoba bisa menjerat siapa saja. ’’Kita ini ibarat naik perahu. Kalau ada orang melubangi kapal didiamkan, maka semua bisa tenggelam. Kalau kiai diam, polisi diam, kades dan camat diam, maka lingkungan akan rusak,’’ paparnya.
Masyarakat yang mengetahui penyalahgunaan narkoba bisa melapor ke nomor 110, atau WA 0823-2390-0110. ’’Atau lapor Pak Kapolsek di nomor WA 0816-1533-5110,’’ kata Kapolsek Plandaan, AKP Sartono.
Kades Puri Semanding, Nurbata, mengaku senang ditempati tablig. ’’Ini sekaligus syukuran keramik baru dari Abah Bupati Warsubi,’’ ucapnya. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto