JOMBANG – Upaya polisi mengungkap pelaku di balik tewasnya Tri Retno Jumilah, 60, belum membuahkan hasil. Meski sudah mengantongi identitas terduga pelaku, upaya pelacakan belum membuahkan hasil.
”Sampai sekarang belum (terungkap). Kami masih lidik (penyelidikan),” tegas Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander, Selasa (18/11).
Dimas menerangkan, berdasarkan dari hasil olah tempat kejadian perkara berikut keterangan sejumlah saksi, penyidik sudah mengantongi identitas terduga pelaku.
Sejumlah petunjuk yang telah dikantongi petugas juga terus ditindaklanjuti. ”Yang jelas terduga pelaku masih dalam perburuan,” singkat Dimas.
Sebelumnya, warga Desa Mancilan digegerkan dengan penemuan mayat Tri Retno Jumilah, 60, di rumahnya pada Kamis (13/11) sore.
Korban pertama kali ditemukan anak dan tetangganya sekitar pukul 14.00.
Mereka curiga karena korban tidak terlihat sejak Senin, sementara lampu rumah terus menyala. ”Yang tahu pertama kali itu anak dan tetangganya. Mereka khawatir karena tidak ada kabar dari korban,” terang Anasrulloh, ketua RT setempat.
Kecurigaan semakin kuat ketika buah yang dikirim anak korban sejak empat hari lalu masih tergantung di gagang pintu.
Khawatir terjadi sesuatu pada ibunya, ank korban memutuskan untuk mengecek ke rumah ibunya.
Saat dicek dari jendela, terlihat banyak lalat di dalam rumah. Anak korban yang memaksa masuk rumah lewat genteng menemukan ibunya telah meninggal di kamar.
”Korban ditemukan di kasur, dalam posisi telungkup tertutup selimut dan bantal,” jelas Anas. Polisi segera tiba di lokasi melakukan olah TKP. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Jombang untuk diotopsi.
Baca Juga: Misteri Pembunuhan Wanita di Mojoagung Jombang, Polisi Buru Sosok Pria Ini yang Diduga Jadi Pembunuh
Laporan tim forensik menunjukkan bekas luka fatal akibat kekerasan benda tumpul.
”Hasil otopsi sudah kami terima. Korban meninggal secara tidak wajar akibat kekerasan benda tumpul, terutama pada bagian kepala yang menyebabkan perdarahan otak fatal.
Ini memperkuat dugaan kami bahwa ini adalah tindak pidana pembunuhan,” ujar AKP Dimas Robin kepada wartawan di Mapolres Jombang, Jumat (14/11).
Dalam otopsi, ditemukan banyak luka serius di tubuh korban. Mulai memar di wajah, kepala, dada kiri, hingga punggung tangan kanan. Beberapa tulang juga patah.
Ada tulang rahang bawah kanan, tulang pipi kanan, serta beberapa tulang iga patah karena hantaman benda tumpul.
Selain itu terdapat luka pendarahan hebat di bagian kepala disebut sebagai penyebab utama kematian korban. Diketahui korban tinggal bersama suami sirinya berinisial P. Sejak penemuan mayat korban, P tidak lagi menunjukkan batang hidungnya. Selain itu, polisi juga mendapati sepeda motor korban juga raib. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto