RadarJombang.id – Polisi memastikan jasad lansia yang ditemukan membusuk di rumah Dusun/Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung Jombang adalah korban pembunuhan.
Polisi, juga menduga pelakunya adalah suami siri korban sendiri.
Bahkan, dari hasil otopsi diketahui kondisi jasad Tri Retno Jumilah, 60, ternyata menyimpan luka-luka parah.
Otopsi, juga menunjukkan Retno bukan meninggal secara wajar, melainkan menjadi korban pembunuhan dengan kekerasan brutal.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengungkapkan, hasil otopsi menunjukkan adanya banyak bekas penganiayaan berat di tubuh Retno.
Luka-luka itu ditemukan di bagian wajah, kepala, dada kiri, hingga punggung tangan kanan.
“Dari otopsi, terlihat jelas luka memar akibat kekerasan tumpul," terangnya.
Selain itu, pemeriksaan jasad juga menemukan jika korban mengalami penganiayaan parah dan mengakibatkan sejumlah patah tulang.
"Korban mengalami patah tulang rahang bawah kanan, tulang pipi kanan, dan beberapa tulang iga,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, polisi juga menemukan pendarahan hebat di kepala korban, yang diduga menjadi penyebab utama kematiannya.
Kondisi jasad yang sudah membusuk memperkuat dugaan bahwa Retno telah meninggal lebih dari empat hari sebelum ditemukan.
“Dipastikan ini kasus pembunuhan. Penyebab kematian korban karena kekerasan benda tumpul yang menyebabkan pendarahan di kepala,” tegas Dimas.
Sementara itu, pemeriksaan di tempat kejadian perkara mengarah kuat pada suami siri korban yang berinisial P.
Hal itu, lantaran sejak kejadian, P tidak diketahui keberadaannya, dan sepeda motor milik Retno juga hilang dari rumah.
“Kami menduga motor itu dikuasai terduga pelaku. Saat ini P sedang kami cari,” jelasnya.
Sebelum jasad Retno ditemukan pada Kamis (13/11) sekitar pukul 14.00, anak dan tetangga sudah curiga karena sejak Senin korban tak terlihat keluar rumah, sementara lampu rumah terus menyala.
Kecurigaan kian kuat ketika buah titipan anaknya yang digantung empat hari lalu masih tergantung di pintu.
Saat dicek lewat jendela, mereka melihat banyak lalat memenuhi ruangan.
Anak korban kemudian memaksa masuk melalui genteng dan mendapati ibunya sudah meninggal di kamar, telungkup di atas kasur dan tertutup selimut serta bantal.
“Yang tahu pertama itu anak dan tetangganya. Mereka khawatir karena korban tidak ada kabar,” ujar Ketua RT, Anasrulloh. (riz)
Editor : Achmad RW