Radarjombang.id - Warga dan Kepala Desa Jogoloyo, Sumobito merepons beredarnya video yang merekam aksi penyerangan pemuda kepada pengendara motor.
Menurutnya, aksi itu dilakukan warganya untuk membela diri dan menghentikan aksi gangster.
Salah satunya diungkap A, warga Dusun Mojokuripan, Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito. Ia menyebut aksi itu merupakan aksi balasan dan upaya mereka mengadang kelompok gangster.
Ia menerangkan, malam itu pemuda desanya itu sedang membuat ogoh-ogoh untuk karnaval. Tiba-tiba ada segerombolan orang tak dikenal yang masuk ke area desa dan membuat keributan.
“Mereka membawa senjata tajam dan batu paving, dan ingin mencoba menyerang warga hingga merusak salah satu sepeda motor milik teman kami. Aksi itu, juga sempat terekam CCTV dari sudut lain di desa," ujarnya.
Menurut A, setelah penyerangan itu, para pemuda pun berupaya melakukan aksi pembalasan.
Mereka pun mengejar dan menghalau para pelaku yang kabur ke arah jalan utama. Saat kelompok yang diduga gangster tersebut kembali melintas dari arah timur menuju Jombang kota, warga yang berjaga langsung mengadang untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Yang menghadang itu warga yang ingin menjaga desa, bukan gangster," imbuhnya.
Senada, Kepala Desa Jogoloyo, M. Toyib juga membenarkan jika rekaman CCTV yang menyebar itu adalah upaya warga untuk mencegat kelompok tak dikenal yang sudah lebih dulu menyerang.
"Itu warga kami yang menghalau gangster. Mereka keluar dari gang karena mendapati kelompok motor sudah membuat kerusuhan terlebih dulu. Jadi bukan warga yang memulai, tapi justru ingin menangkap kelompok motor tersebut," jelas Toyib.
Pihak desa bersama Polres Jombang juga telah menggelar pertemuan untuk mengklarifikasi peristiwa ini. Dari hasil pendalaman aparat, diketahui bahwa para kelompok motor yang membuat kerusuhan dan warga sempat mengupayakan untuk menghadang tersebut bukan berasal dari Desa setempat.
"Sudah dipanggil dan diklarifikasi. Anak-anak kami bukan pelakunya. Justru ada pihak luar yang memicu keributan. Kami sepakat untuk menjaga kondusivitas desa bersama aparat," lanjut Toyib.
Pihak desa berharap agar masyarakat tidak cepat menyimpulkan berdasarkan potongan video semata.
"Kami minta masyarakat tidak mudah terprovokasi dari rekaman cctv yang dikira penghadang tersebut merupakan gangster tapi sebaliknya, warga kami yang ingin menangkap gangster," pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra hingga kini menyebut masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut soal kasus itu. “Masih dalam lidik (penyelidikan,Red),” singkatnya. (riz)
Editor : Anggi Fridianto