RadarJombang.id – Aksi balap liar berkedok ngbuburit di kawasan terminal wisata makam Gus Dur Senin (3/3) sore dibubarkan polisi.
Dalam kegiatan itu, puluhan motor berknalpot brong dan motor yang digunakan balap liar terjaring petugas.
Pembubaran aksi balap liar dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan.
Sekitar pukul 16.30, polisi terpantau langsung melakukan pengepungan jalur yang digunakan ajang balap liar.
Sontak saja, para pebalap liar dan puluhan penonton yang masih berusia remaja ini pun langsung kocar kacir hingga ada yang terjatuh saat akan menerobos barikade polisi.
Tak hanya itu, sejumlah pembalap liar berusaha menghindari petugas dengan putar balik, namun mereka pun tak berkutik karena polisi sudah melakukan pengepungan.
Bahkan, ada salah satu remaja yang menangis histeris saat motornya diamankan.
”Operasi ini dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas balap liar di area tersebut,” terang Kapolres Jombang.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengepung lokasi balap liar dan mengamankan pemuda yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Sebanyak 51 sepeda motor tanpa surat lengkap dan yang telah dimodifikasi turut disita sebagai barang bukti.
”Penindakan ini juga sebagai bentuk pemberian efek jera dan mencegah para remaja terlibat dalam kegiatan yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” lanjutnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para remaja, untuk tidak melakukan balap liar.
Selain melanggar hukum, kegiatan ini sangat berbahaya, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
”Kami akan terus melakukan razia untuk memastikan keselamatan dan ketertiban di wilayah Jombang,” tambahnya.
Selain ditilang, motor yang berhasil ditangkap dalam razia itu disebut kapolres bakal ditahan hingga Lebaran usai untuk mencegah perbuatan serupa kembali terulang.
”Kami sudah koordinasi dengan pengadilan agar dilakukan penahanan nanti sampai selesainya Lebaran,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW