Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Angka Kriminalitas Makin Marak, Kapolres Jombang Ajak Warga Aktifkan Lagi Siskamling

Achmad RW • Rabu, 19 Februari 2025 | 13:50 WIB
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan

RadarJombang.id – Tindak kejahatan di Jombang makin marak dalam dua bulan terakhir.

Polisi mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

’’Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling di lingkungan masing-masing,’’ kata Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan (13/2).

Berkaca dari sejumlah kasus kejahatan yang terjadi di Jombang, sudah saatnya masyarakat lebih waspada.

’’Dengan diaktifkannya siskamling, masyarakat juga bisa ikut melakukan deteksi dini dan antisipasi terhadap segala bentuk kejahatan,’’ tegasnya.

Harapannya, suasana Jombang akan lebih aman dan kondusif.

’’Dengan begitu, tindak pidana dan kejahatan bisa ditekan dan berkurang,’’ terangnya.

Sebelumnya, tahun 2025 belum genap dua bulan, namun sejumlah kasus kejahatan menonjol sudah mengguncang Kabupaten Jombang.

Sepanjang Januari hingga Februari 2025, ada empat kasus pembunuhan yang tengah ditangani polisi.

Rinciannya, kasus pembunuhan di barbershop Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang pada 9 Januari 2025.

Kasus pembunuhan remaja asal Sidoarjo oleh gerombolan anak punk di kawasan Hutan Kabuh, pada 19 Januari 2024.

Pembunuhan pelajar SMA asal Sumobito oleh pacar dan dua reaknnya. Jasad korban ditemukan mengapung di sungai Pacarpeluk Megaluh (11/2).

Ketiga kasus itu pelakunya sudah ditangkap dan kini prosesnya menuju ke persidangan.

Satu lagi pembunuhan dan mutilasi yang jasad korbannya ditemukan di dua lokasi berbeda. Yakni Desa Dukuharum, Megaluh dan Desa Pesantren, Tembelang pada (12/2). Polisi hingga kemarin belum menemukan pelakunya.

Selain pembunuhan, ada pula dua kasus pembuangan bayi yang terjadi di dua lokasi berbeda di Jombang.

Minggu (2/2) lalu, bayi berusia empat bulan dibuang orang tuanya di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek.

Hanya berselang dua hari, Selasa (4/2) pagi sesosok bayi yang baru dilahirkan juga dibuang orang tuanya di Desa Carangwulung, Wonosalam.

Juga marak aksi gangster. Minggu (19/1) dini hari, gerombolan gangster bersajam melakukan konvoi motor menyerang pengendara motor di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan.

Korban terkena lemparan batu di bagian pelipis mata kanan. Juga luka lecet di punggung, sobek di lutut dan telapak tangan setelah motornya ditendang.

Gerombolan gangster juga memecahkan kaca rumah salah satu warga. Sampai kemarin pelaku belum terungkap.

Kemudian pada Sabtu (15/2) dini hari, tiga orang pengendara motor di Dusun Ngrawan Desa Pesantren Kecamatan Tembelang jadi sasaran delapan orang gangster bersajam. Dua di antara tiga korban dibacok. Satu pelaku berhasil ditangkap.

Minggu (9/2) siang gerombolan pemotor mengeroyok seorang pemuda di sekitar SPBU Perak. Empat orang berhasil ditangkap. (riz/jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Jombang #kapolres #siskamling #ajak warga #kriminalitas #tinggi