RadarJombang.id – Empat hari setelah penemuan mayat pria korban mutilasi di Kabupaten Jombang, Rabu (12/2) lalu, hingga kini polisi belum berhasil mengungkap identiasnya.
Salah satunya, minimnya saksi mata dan petunjuk di lokasi kejadian.
Selain itu, kondisi mayat juga sudah mulai membusuk saat ditemukan.
Polisi terus berupaya menyebar informasi terkait ciri-ciri mayat.
”Sampai hari ini jasad korban belum teridentifikasi, kami masih berupaya melakukan pencarian dan pencocokan,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra, Minggu (16/2).
Margono menjelaskan, hingga Minggu (16/2) sudah ada salah satu keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.
Namun, dari ciri-ciri dan indikasi awal, pria yang dilaporkan hilang itu tidak terlalu cocok.
”Misalnya dilaporkan hilangnya sudah dua bulan, kondisinya kan memang berbeda latarnya dengan kasus ini ya,” terangnya.
Keluarga itu, disebutnya berasal dari Kabupaten Jombang sendiri. Kendati demikian, proses pencocokan masih terus dilakukan petugas.
Polisi disebutnya masih mencoba kemungkinan untuk melakukan tes DNA jika memang memungkinkan.
”Kita masih coba cari cara identifikasi lain, misalnya dengan tes DNA, namun memang biayanya akan sangat besar ya,” lontarnya.
Selain itu, upaya untuk terus menyebar informasi ke sejumlah polsek hingga polres di sekitar Jombang disebutnya sudah dilaksanakan.
”Namun sampai saat ini memang baru satu orang yang melaporkan kehilangan keluarga. Mohon doanya juga supaya cepat terungkap,” pungkasnya.
Sebelumnya, potongan tubuh manusia tanpa kepala ditemukan warga saat mencari ikan di saluran irigasi Dusun Dukuhmireng, Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh, Rabu (12/2) siang.
Saat ditemukan kondisi mayat pria tanpa busana dan sudah mengeluarkan bau menyengat. Posisi mayat tertelungkup di saluran irigasi sawah yang cukup sempit.
Selang beberapa jam, warga dikejutkan dengan penemuan potongan kepala manusia di sungai Ngotok Ring Kanal Dusun Kedunglempuk, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang.
Saat ditemukan, kondisi potongan kepala manusia sudah membusuk.
Dari hasil otopsi, polisi memastikan potongan tubuh dan potongan kepala itu merupakan satu rangkaian tubuh manusia.
Mayat pria yang belum diketahui identitasnya tersebut diduga korban mutilasi.
Namun, dari pemeriksaan, diketahui ciri-ciri mayat ini adalah seorang pria, berusia antara 15-25 tahun dengan struktur gigi tidak rata.
Korban diperkirakan memiliki kulit sawo matang, dengan tinggi badan sekitar 160 cm dan ada tahi lalat pada bagian dada kanan.
Polisi menduga korban pembunuhan dan mutilasi itu telah meninggal dunia antara waktu 3-4 hari sebelum akhirnya ditemukan warga. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW