RadarJombang.id – Penangkapan kepada MH, 32, penculik asal Surabaya di Mojokerto mengungkap sejumlah fakta baru.
Selama beroperasi di sejumlah wilayah Mojokerto dan Sidoarjo, penculik ini ternyata tak cuma merampas harta benda korban.
Dalam pengakuannya kepada polisi, beberapa korban juga dirudapaksa pelaku.
Hal itu, diungkap Kapolsek Pungging Iptu Selimat, dari pemeriksaan yang dilakukannya, MH mengaku sudah 6 kali beraksi di Mojokerto dan Sidoarjo.
“Mengakunya dia 5 kali di wilayah Mojokerto, 1 kali di wilayah Sidoarjo,” lontarnya dikutip dari Radar Mojokerto.
Aksi MH, juga terhitung keji. Ia, biasanya menculik remaja putri yang berusia di bawah 15 tahun dan membawanya ke tempat sepi.
Ia, bahkan mengakui melakukan rudapaksa alias menyetubuhi para korbannya itu.
“Pelaku mengaku kalau dia juga melakukan tindak asusila pada korban. Kecuali korban TKP di Desa Balongmasin,” ungkapnya.
Bahkan, polisi menyebutnya terindikasi merupakan seorang pedofilia.
“Ada kecenderungan pedofil, karena pelaku sudah beristri,” tambah Selimat.
Selain melakukan rudapaksa, pelaku juga kemudian menjarah perhiasan dan benda berharga yang dipakai korbannya.
Emas dan barang berharga hasil curian itu, kemudian ia jual ke sejumlah lokasi di Mojokerto dan Sidoarjo.
“Selaku sempat kita keler ke tempat penjualan emas hasil curiannya di Kota Mojokerto. Selain itu, dia juga jual ke wilayah Krian dan Tulangan," rincinya.
Kini, kasus penculikan itu telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Mojokerto guna pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, video penangkapan pria yang disebut-sebut sebagai penculik anak beredar luas di media sosial.
Pria itu, ternyata adalah MH, 32, warga Tambaksari, Surabaya, yang sudah membuat resah warga sekitaran Mojokerto beberapa waktu terakhir.
Aksinya menculik sejumlah anak perempuan di bawah umur dan menjarah harta bendanya, tengah jadi perbincangan.
MH, berhasil ditangkap tepat di pinggir jalan raya sekitar pukul 10.00 di Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Minggu (16/2).
Dalam video yang diterima, pria berkacamata dan mengenakan kemeja biru terang serta celana kain abu-abu itu, terlihat jadi samsak hidup warga yang geram.
MH diduga kuat terlibat aksi penculikan bocah perempuan belakangan ini. Seperti siswi kelas 6 SD di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Mojokerto pada 14 Februari 2025 lalu.
Juga, siswi kelas 2 SDN Sawo 2 Kecamatan Kutorejo pada 24 Januari 2025 lalu. Korban yang masih berumur 8 tahun perhiasannya dirampas dan ditinggal sendirian di ladang tebu di Desa Bandarasri, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.
Pada 12 Januari, siswi kelas 2 MI asal Desa Sumolawang Puri, jadi korban penculikan. Setelah anting emasnya dirampas, korban ditinggal pelaku di persawahan Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Mojokerto. (mjk/riz)
Editor : Achmad RW