RadarJombang.id - Penemuan jasad seorang perempuan cantik di Saluran Induk Mrican Kanan menghebohkan warga di Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Selasa (11/2) pagi.
Korban akhirnya dikenali sebagai Putri Regina Amanda, 19, pelajar asal Desa Sebani, Kecamatan Sumobito.
Hingga selasa sore kemarin, petugas kepolisian telah melakukan serangkaian pemeriksaan kepada jasad korban.
Putri, juga dipastikan merupakan korban penganiayaan dengan bukti sejumlah luka di tubuhnya.
Berikut ini beberapa fakta penting dalam kasus penemuan mayat perempuan cantik ini:
1. Ditemukan Warga Mengapung di Sungai
Jasad korban, pertama kali diketahui warga sekitar pukul 05.30 di tengah sungai.
’’Ditemukannya posisi hanyut di tengah, terus warga meminggirkannya,’’ kata Kasun Peluk, Widyarto Adi Candra.
Jasad wanita itu diketahui hanyut dari wilayah hulu sungai. Namun tak diketahui pasti dari mana asalnya.
’’Hanyutnya dari selatan ke utara, akhirnya dinaikkan tadi sambil menunggu polisi datang,’’ terangnya.
Wanita itu tak dikenali warga, juga bukan merupakan warga Desa Pacarpeluk.
’’Identitasnya tidak ada, namun kelihatannya masih sangat muda, pakai baju lengan panjang warna oranye, sama legging hitam, rambutnya panjang,’’ jelasnya.
Baca Juga: Kesaksian Warga yang Temukan Jasad Perempuan Cantik di Sungai Jombang
2. Perhiasan masih menempel di badan
Widyarto Adi Candra juga menyebut, di tubuh korban masih ditemukan perhiasan saat ditemukan di dalam sungai.
"Posisi di tubuhnya masih ada sebuah kalung emas dan sebuah cincin di tangan," terangnya.
Hal itu juga dikonfirmasi Kasatreskrim Polres Jombang. Selain mengamankan pakaian korban, polisi juga mengamankan kalung dan cincin dalam kasus itu sebagai barang bukti.
"Kalung dan cincin masih ada," ungkap Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.
3. Motor dan Handphone korban raib
Menurut keterangan keluarganya, Putri pergi sejak Senin sore dengan alasan COD, meski tak pernah diketahui ia melakukannya di mana dan dengan siapa.
’’Dia pamit ke ayahnya itu mau COD-an, tapi COD apa saya tidak tahu, tapi ayahnya juga sudah pesan jangan malam-malam pulangnya, anaknya juga mengiyakan,’’ lanjutnya.
Putri yang merupakan siswi kelas 12 di salah satu SMA Swasta di Sumobito itu pergi dengan sepeda motornya Honda Vario. Saat pergi Putri hanya seorang diri dan membawa sebuah handphone miliknya.
’’Tapi ternyata sampai pukul 20.00 korban tidak pulang, tidak ada kabar, handphone juga tidak aktif,’’ imbuhnya.
Handphone milik korban, baru bisa dihubungi kembali oleh keluarga sekitar pukul 01.00 atau selasa dini hari.
’’Jam 01.00 itu HP-nya aktif, tapi waktu ditelepon cuma berdering saja, tidak diangkat,’’ tambahnya.
Hingga kini, handphone dan motor milik korban belum ditemukan. Polisi, juga masih mencari keberadaan dua benda yang kemungkinan dibawa oleh pelaku penganiayaan itu.
"Untuk motor dan HP memang belum ditemukan, indikasinya memang dibawa lari oleh pelaku," terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.
4. Korban dianiaya sebelum dibuang ke sungai
Polisi telah melakukan otopsi terhadap jasad Putri Regina Amanda, 19. Hasilnya, polisi memastikan Putri adalah korban penganiayaan. Pelaku juga terhitung sangat kejam dalam beraksi.
’’Hasil otopsi, ada luka sobek tidak beraturan di bagian kepala akibat benda tumpul. Ada juga indikasi benturan di bagian perut yang menyebabkan kematian,’’ terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.
Dari hasil otopsi memang ditemukan sejumlah luka di tubuh korban. Namun, hasil pemeriksaan justru menunjukkan penyebab utama korban meninggal adalah karena tenggelam di sungai.
’’Sehingga kemungkinan besar, korban ini sebelumnya dianiaya, setelah lemas oleh pelaku dibuang ke sungai, sehingga meninggalnya karena tenggelam,’’ paparnya.
Hal itu juga dikuatkan dengan hasil pemeriksaan yang menyebutkan korban masih hidup saat dibuang ke dalam sungai.
5. Pelaku penganiayaan
Hingga kini, polisi masih melakukan serangkaian pemeriksaan dan penyelidikan kepada sejumlah saksi.
AKP Margono SUhendra, Kasatreskrim Polres Jombang menyebut hingga kini masih melakukan pencrian kepada pelaku penganiayaan kepada korban.
Pihaknya mengatakan, setidaknya ada lima orang saksi yang kini masih dimintai keterangan.
’’Untuk saksi, dua orang yang menemukan awal, sama tiga teman sekolah korban, karena korban ini kan memang masih sekolah kelas 12 SMA,’’ ucapnya.
Polisi juga masih terus mencari dan menyelidiki keberadaan sepeda motor yang digunakan korban saat keluar rumah.
Polisi juga tengah mencari handphone milik korban yang kemungkinan besar dibawa kabur oleh pelaku.
’’Untuk handphone dan motor korban memang indikasinya dibawa lari pelaku, kami masih melakukan pencarian lebih lanjut,’’ tegasnya. (riz/jif/riz)
Editor : Achmad RW