RadarJombang.id - Enam pelaku pembunuhan remaja MF, 19, Sidoarjo di hutan Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh disebut polisi adalah anak-anak punk.
Tiga diataranya bahkan dihadiahi timah panas lantaran mencoba melawan saat ditangkap.
”Jadi dari pemeriksaan, antara para pelaku dan korban ini sebenarnya baru kenal karena perkenalan korban dengan si wanita itu. Namun, seluruh pelaku ini memang adalah anak punk,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.
Margono menjelaskan, para pelaku ini adalah satu jaringan anak punk yang sehari-hari berkegiatan ngamen.
Tempat kos yang jadi lokasi awal pembunuhan ini direncanakan, juga disebutnya terkenal sebagai markas mereka.
”Jadi lokasi kos di Trowulan itu semacam markasnya anak punk kelompok mereka itu,” tambahnya.
Para pelaku itu ditangkap polisi di lokasi terpisah. Dua di antaranya ditangkap polisi di wilayah Temanggung, Jawa Tengah, sementara empat pelaku lain diamankan di wilayah Jombang.
Bahkan, karena mereka melawan saat ditangkap, para pelaku pun akhirnya ditindak tegas terukur.
”Jadi tiga pelaku kami lakukan tindakan tegas terukur karena melawan dan berupaya kabur,” pungkasnya.
Sebelumnya, jasad seorang pria tanpa identitas ditemukan tertelungkup di dalam hutan di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Jombang Minggu (19/1).
Saat ditemukan, pria itu sudah dalam kondisi meninggal dunia dan terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya seperti bagian punggung dan bagian kepala.
Diketahui kemudian jasad itu adalah MF, 19, pemuda asal Krian, Sidoarjo yabg dibunuh oleh 6 orang pelaku.
Sementara 6 pelaku yang ditangkap polisi masing-masing adalah:
1. AS Alias Gareng, 22, Warga Desa Pulorejo, Ngoro, Jombang sebagai pelaku utamanya.
2. AR, 23, warga Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.
3. HM, 19, warga Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri
4. MR, 17, remaja asal Kecamatan Plandaan, Jombang.
5. RG, 18, remaja asal Kecamatan Ploso, Jombang.
6. KS, 16, remaja asal Kecamatan Plandaan, Jombang.
Dalam penangkapan itu, polisi juga harus melakukan kerja ekstra. Hal itu menyusul 2 dari enam pelaku itu sempat melarikan diri hingga wilayah Jawa Tengah.
"Jadi untuk penangkapan 4 orang ditangkap di wilayah Jombang, 2 melarikan diri ke Temanggung dan kita tangkap di sana," lontarnya.
(riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW