Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Keluarga Ungkap Pesan Terakhir Karyawan Indomaret Sebelum Cekcok dan Tewas di Barbershop Jombang

Achmad RW • Sabtu, 11 Januari 2025 | 19:40 WIB
Widyawati, 43, kakak Septian Adi Ferdiansyah menunjukkan foto semasa hidup adiknya ditemani Supiyah, sang ibu.
Widyawati, 43, kakak Septian Adi Ferdiansyah menunjukkan foto semasa hidup adiknya ditemani Supiyah, sang ibu.

RadarJombang.id – Septian Adi Feriansyah, 24, karyawan Indomaret tewas di tangan Febri Wahyudi, 26, seorang kapster barbershop di Jombang (9/1) malam.

Ia tewas setelah terlibat duel maut dengan kapster barbershop itu karena masalah cnta segitiga yang melibatkan keduanya dengan E, 24, janda beranak satu asal Kabupaten Kediri.

Namun, sebelum aksi cekcok brujung duel maut di Barbershop Jombang itu, korban sempat mengirim pesan terakhir ke pihak keluarga.

Hal itu, diungkap Widyawati, 43, yang juga kakak kandung korban. Dilansir dari Radar Kediri.

Dalam pesan WhatsApp pada Kamis (9/1) malam sekitar pukul 20.00 itu, selain bercanda seperti biasanya, di akhir pesan Adi sempat meminta maaf. Sebab, dia merasa belum bisa perhatian kepada Widya dan Supiyah, sang ibu.

Agaknya Adi merasa bersalah karena dia belum bisa berbakti kepada keluarga seperti yang dilakukan oleh almarhum kakaknya.

Sepurane sing akeh ya Mbak. Karo sampean, karo Mak, (minta maaf sebanyak-banyaknya ya kak, sama sampeyan sama mak,Red)” lanjut Widya menirukan pesan terakhir adiknya.

Merasa aneh dengan pesan adiknya, Widya pun membalas dengan bercanda.

 “Durung riyaya kok jaluk sepura,(belum lebaran kok sudah minta maaf)” papar perempuan berkerudung hitam itu kembali berurai air mata.

Namun, ia tak pernah menyangka jika pesan yang dikirim Septian Adi Ferdiansyah, 24, sang adik, sekaligus jadi pamitan terakhirnya.

Sebab, Septian tewas sekitar pukul 22.15 setelah ditusuk oleh Febri Wahyudi, 26, kapster di barbershop Jombang.

“Tidak ada firasat sama sekali (Adi meninggal, Red),” kata perempuan yang tak lain adalah Widyawati, kakak Adi, sambil terus berurai air mata.

Widya, mengaku mendapat kabar kematian Adi sekitar pukul 23.00. Dia sempat mengira telepon yang masuk dari nomor asing itu penipuan. Sebab, banyak modus serupa yang ujung-ujungnya meminta sejumlah uang.

Belakangan baru diketahui jika penelepon adalah pihak Indomaret Jombang, tempat Adi bekerja. “Saya langsung lemas. Tidak percaya,” kenang Widya sembari menangis lebih keras.

Seperti halnya Widya yang langsung syok, Supiyah dan Suyatno, orang tua Adi juga langsung histeris mendengar kabar kematian anak bungsunya itu.

“Mak’e beberapa kali pingsan. Wis nangis terus seperti orang gila,” urai perempuan yang kemarin memegangi foto adiknya semasa hidup itu.

Supiyah tak menyangka jika pemuda yang pamit bekerja sekitar pukul 15.00, Kamis (9/1) lalu itu akan pulang dalam kondisi menjadi mayat.

“Dia anak yang baik. Nggak aneh-aneh,” sambung Supiyah yang kemarin siang terlihat mulai tenang.

Air matanya jatuh lagi saat teringat dirinya sudah membelikan nasi goreng agar bisa segera disantap Adi saat pulang ke rumah.

Namun, nasi goreng yang merupakan makanan kegemaran Adi itu urung disantap hingga akhir hayatnya.

“Pokoknya kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Kami minta keadilan,” tegas Supiyah diamini Widya.

Seperti diketahui, Septian Adi Febriansyah adalah korban pembunuhan yang dilakukan Febri Wahyudi pada Kamis (9/1) malam.

Pembunuhan itu, dipicu masalah asmara dan cinta segitiga yang melibatkan keduanya dan E, 24, seorang wanita asal Kabupaten Kediri.

Keduanya, sempat terlibat cekcok dan baku pukul di depan barbershop sebelum akhirnya Adi ditusuk Febri menggunakan pisau di dalam barbershop tempatnya bekerja.

Baca Juga: Motif Pembunuhan Dalam Barbershop di Jombang, Karena Berebut Perempuan?

Polisi, juga telah meneyapkan Febri sebagai tersangka dalam kasus itu, pelaku dijerat pasal 338 KUHP subsidair 351 KUHP dengan ancaman hingga 15 tahun penjara.

(kdr/riz)

Editor : Achmad RW
#karyawan indomaret #Jombang #pembunuhan #barbershop #pesan terakhir #tewas