RadarJombang.id - Meninggalnya K, balita berusia 3,5 tahun asal Mojoagung Jombang yang dibunuh dengan diracun dan dianiaya pacar ibunya masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Kejamnya ulah kedua pelaku dalam meracun K dengan racun tikus dan menganiayanya hingga meninggal dunia membuat keluarga geram.
Pihak keluarga korban, juga meminta agar kedua pelaku pembunuhan balita itu dihukum seberat-beratnya.
’’Harapannya pelaku ini kalau bisa dikasih hukuman yang seberat-beratnya, yang setimpal, kalau bisa dihukum mati atau seumur hidup,’’ ujar M Jun Prayogi, paman korban.
Pria yang juga kakak TIP (ibu korban) mengatakan, almarhumah K, awalnya memang suka dengan JG.
Namun setelah mendapat kekerasan dari JG, gadis kecil usia 3,5 tahun itu takut dengan JG.
’’Pelaku memang sering ke sini, keakraban sama anak (almarhumah K), memang ada. Cuma pas habis kejadian yang pertama, sekitar dua bulan kemarin, anaknya ini merasa takut. Si korban ini takut, kenapa waktu awal-awal baik kok sekarang takut,’’ kata Jun.
Hal inilah yang membuat pihak keluarga menjadi curiga dengan adanya luka pada tubuh korban.
’’Saya tahu anak ini memang penakut, tapi gak takut seperti ini lah. Kayak takut melihat hantu,’’ ujarnya.
Korban sempat mengeluh adanya luka pada bagian tubuh, yang saat itu diduga dilakukan JG.
’’Ada keluhan, makanya itu dia (K) takut sama JG, karena awal pertama dia ke sini baik dan dia suka, diajak jalan-jalan suka. Dan setelah kejadian dua bulan lalu, anaknya sakit di perut dan tangan, saat ditanya gak berani jawab,’’ terangnya.
Sebelum kejadian penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal, pada bagian mata korban sempat mengalami luka lebam.
’’Terakhir itu Minggu (8/12) kemarin, pas saya lihat kok matanya ada luka kayak lebam, terus saya tanya sama ibunya, anak ini dari mana, dan kenapa itu matanya. Jawabnya kena hewan saat di jalan, yang ngajak keluar ya si pelaku JG,’’ katanya.
JG, 23, memang merupakan pria bermasalah yang sering menyakiti K sebelumnya. JG juga dikenal suka berbuat onar di rumah ibu korban, TIP, 28.
Hal itu diungkap Rohmat, 68, ayah dari TIP yang juga kakek dari K. Perilaku JG sangat tidak sopan selama menjalin hubungan dengan anaknya yang sedang pisah ranjang. JG sering bertamu ke rumahnya, untuk menemui TIP, dan K.
Selama ke rumahnya itu, Rohmat jarang berbicara dengan JG, karena ia melihat JG tidak memiliki sopan santun.
’’Saya gak pernah bicara, bertanya juga enggak, tapi kalau hati saya, saya menilai (JG) gak ada kesopanan, sama sekali,’’ kata Rohmat, Jumat (13/12).
Selama menjalin hubungan dengan TIP, JG kerap datang ke rumah bersama dengan temannya. Bahkan, JG kerap pesta minuman keras di rumahnya yang ada di Mojoagung.
’’Sering ke sini, sama temannya. Kadang berdua sama teman, kadang ngajak tiga sampai empat orang teman hura-hura di sini, minum (pesta miras) di sini juga. Setiap hari ke sini, sampai malam, jam 23.00 WIB, baru pulang,’’ ujarnya.
Lantaran tak memiliki sopan santun, Rohmat mengaku enggan berkomunikasi dengan TIP maupun JG, selama keduanya berpacaran.
’’Saya gak pernah tanya, gak pernah ngomong sama anak saya, sama pacarnya itu juga. Dan kalau keluar rumah (TIP dan JG) nunggu saya sudah tidur. Keluarnya lewat jendela. Ya keluar gak pernah bilang, pulang ya gak pernah bilang,’’ tuturnya.
TIP sempat mengatakan bahwa JG sayang dengan K. Namun menurutnya hal itu tidak benar.
’’Mamanya bilang katanya sayang, tapi kalau saya yang ngelihat, gak ada sama sekali, gak ada sama sekali rasa sayangnya sama K,’’ ujarnya.
Rohmat mengaku selama pisah ranjang dengan suaminya, TIP dan K Tinggal bersama dengan dirinya. Sedangkan kakak K, berada di tempat lainnya. Termasuk suami TIP.
’’Ibunya sama K yang tinggal di sini. Kakaknya (korban) gak di rumah sini, di rumah utara di Kauman, kalau ayahnya di Pakis Trowulan Mojokerto. Kan ini pisah ranjang, belum resmi bercerai,’’ tuturnya. (riz/jif/riz)
Editor : Achmad RW