RadarJombang.id - K, balita berusia 3,5 tahun asal Mojoagung Jombang meninggal dunia diduga akibat dianiaya pacar ibunya.
Sebelum meninggal dunia, ia sempat kritis dan menjalani perawatan di dua rumah sakit berbeda yakni di Mojoagung dan Mojokerto.
Kasus meninggalnya K itu, kini tengah diselidiki polisi. "Kasusnya masih dalam penyelidikan," terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.
Bahkan, untuk memperjelas penyebab kematian korban, polisi juga telah melakukan otopsi pada jasad korban.
Otopsi itu, dilakukan Dokter Forensik di RSUD Jombang pada Kamis (12/12).
"Untuk otopsi sudah dilaksanakan, hasilnya belum keluar," lanjutnya.
Jasad K sendiri, sudah diserahkan kepada keluarganya pada Kamis petang, sekitar pukul 18.40.
Jasad K, diantar mobil jenazah dari rumah sakit menuju rumah duka di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung Jombang.
"Sudah diantar jenazahnya ini tadi, dan langsung dimakamkan," terang Gozi, warga di lokasi.
Diberitakan sebelumnya, nasib tragis menimpa balita perempuan berusia 3,5 tahun asal Kecamatan Mojoagung berinisial K.
Ia, mengalami luka parah hingga akhirnya meninggal dunia pada Kamis (12/12) dini hari, dan diduga jadi korban penganiayaan pacar ibunya.
Kejadian tragis itu, diungkap kakak kandung ibu korban yakni M Juni Ariska, 30.
Juni menjelaskan, kejadian itu bermula saat TIP, 28 ibu korban pergi bersama pacarnya yakni JP, 28, warga Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito Jombang Rabu (11/12) siang.
“Awalnya korban itu dijemput jam 10.00 an sama ibu sama pacar ibunya itu, beberapa jam kemudian, ibunya sempat pulang tapi anaknya di sana (Palrejo,Red),” terangnya (12/12).
Ia menjelaskan, K memang tinggal bersama sang ibu setelah TIP memilih pisah ranjang dengan suami sahnya.
“Ibunya ini posisi memang pisah ranjang sama ayah kandung korban, dan dia pacaran sama yang sekarang itu,” lontarnya.
Namun, sekitar pukul 16.00, keluarganya menerima kabar jika K, sudah masuk rumah sakit. Saat dicek, ternyata kondisinya juga sudah kritis.
“Jam 16.00 itu sudah di RS PKU Muhammadiyah, kondisinya sudah kritis dan banyak luka di sekujur tubuhnya,” terangnya.
Juni, menyebut keponakannya itu menderita sejumlah luka di kepala, perut hingga kakinya. “Di kepala yang paling parah, kayak dipukul, yang di perut seperti luka cengkeraman,” lontarnya.
Kondisi K yang makin kritis, membuatnya dilarikan ke rumah sakit di Mojokerto. Namun nyawa balita mungil nan cantik itu tetap tak tertolong. K, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis dini hari, sekitar pukul 01.00. (riz)
Editor : Achmad RW