RadarJombang.id - Teror anggota gangster terus merajalela di kabupaten Jombang. Makin hari, jumlah aksi mereka juga makin banyak dan nekat.
Ironisnya, anggota gangster ini rata-rata beranggotakan anak di bawah umur dan seringkali kejam dalam beraksi.
Dalam catatan Jawa Pos Radar Jombang, sejak Januari hingga November 2024 sudah ada 8 aksi gangster yang terungkap ke publik.
Beberapa diantaranya juga sudah ditangani polisi dan pelakunya menjalani proses hukum.
6 Januari 2024
Pada Sabtu dini hari itu, kelompok gangster bernama Tim Guk-guk Jombang yang beranggotakan sejumlah remaja melakukan konvoi.
Mereka menyerang salah seorang pemuda yang tengah membeli nasi goreng di wilayah Peterongan Jombang.
Tak hanya pemukulan, para pelaku menyerang korban dengan senjata tajam yang mereka bawa hingga korbannya luka berat dan koma.
Atas kejadian itu, polisi membekuk 3 orang yakni WN, 20, A, 17 dan B 16 selaku pencuri. Ironisnya, gangster ini disebut polisi justru didalangi A dan B selaku pembuat kelompoknya.
5 Februari 2024
Minggu dini hari, aksi gangster bernama Tamsis Boys menyerang seorang pemuda di Jl Romly Tamim, Peterongan.
Malam itu, seorang korban luka-luka akibat penganiayaan, motornya pun dirusak para pelaku.
Atas kejadian itu, polisi membekuk 6 pelaku yakni BR,17, RSP,17, RSB,17, RD,17, AC,17 dan YF, 19. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan diproses hukum.
17 Februari 2024
Sabtu malam Minggu itu, ksi para gangster kembali berlangsung di Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak.
Kelompok yang membuat onar itu, lagi-lagi Tim Guk-Guk. Namun kali ini mereka perwakilan dari Kabupaten Nganjuk.
Dalam aksinya itu, para pelaku yang bersenjata tajam membacok seorang pemuda hingga menderita luka serius.
Tiga orang dibekuk polisi atas kejadian itu, yakni BBS, 17, MAR, 17 dan MAW, 17. Seluruhnya remaja asal Kabupaten Nganjuk.
30 April 2024
Selasa dini hari, aksi gangster kembali muncul di bawah Flyover Peterongan.
Seorang pemuda yang sedang membeli pentol diserang rombongan gangster di bawah Flyover Peterongan.
Korban, mengalami luka ringan dan melakukan perlawanan. Alhasil, seorang anggota gangster MNC, 20, berhasil ditangkap dan sempat jadi sasaran amuk massa sebelum diserahkan ke polisi.
21 September 2024
Aksi gangster kembali muncul, kali ini pelakunya adalah gangster bernama Oknum Jombang Selatan.
Sabtu malam itu, gerombolan ini, mengeroyok dua pemuda lain di Desa/Kecamatan Tembelang hingga mengalami luka serius.
Sebelum aksi pengeroyokan itu, para pelaku sempat terlibat aksi kejar-kejaran hingga akhirnya bentrokan pecah di Tembelang.
3 Oktober 2024
Kelompok yang sama, yakni oknum Jombang Selatan kembali beraksi di Mojoagung Kamis malam itu.
Kelompok ini, berencana bentrok dengan kelompok lain namun batal.
Mereka kemudian menyerang warga yang sedang makan di sebuah warung di Desa Gambiran, Mojoagung dan membawa lari sebuah motor meski kemudian motor yang diambilnya itu ditinggalkan di sebuah parkiran masjid.
Akibat dua kejadian itu, enam pelaku berhasil diringkus, mereka adalah N, 15, DA, 17, DD, 14, MHF, 16, IK, 13, MK, 15 dan VA, 16. Satu orang lainnya yakni F 15 masih jadi DPO polisi.
27 Oktober 2024
Minggu dini hari itu, kelompok gangster lainnya membuat onar di wilayah Desa Ceweng, Kecamatan Diwek Jombang.
Gangster yang diduga bernama Salvador ini, memburu dua pemuda yang sedang duduk di depan sebuah toko madura.
Pelaku, gagal menyasar pemuda yang dikejar itu. Meski berhasil merebut baju milik korban. Kasus ini, tak dilaporkan ke polisi karena tak adanya korban. Polisi, hingga kini juga masih melakukan pengejaran.
2 November 2024
Yang terbaru, adalah aksi Gangster yang membuat onar di Dusun Pelem, Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek Jombang pada Sabtu dini hari lalu.
Puluhan pemuda bermotor dan membawa sajam, mengejar empat pemuda lain yang kemudian lari ke arah perkampungan.
Aksi itu, terekam CCTV dan terjadi aksi lempar batu. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, korban berhasil selamat dan pelaku kembali melarikan diri. (riz)
Editor : Achmad RW